Kamis, 16 Juli 2015

MAKALAH MAJELIS TA'LIM

PERANAN MAJELIS TA’LIM DIERA PESATNYA PERTUMBUHAN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM FORMAL

 










Makalah ini diajukan sebagai salah satu syarat memenuhi tugas  mata kuliah
Kapita Selekta  Program Studi Manajemen Pendidikan Islam
Jurusan Tarbiyah STAIN
Watampone


Oleh

HAIRUL
02123108




SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI(STAIN)
WATAMPONE
2015
Kata pengantar
Assalamu’alaikum wr.wb.
Puji syukur kami panjatkan pada Allah SWT, yang telah memberikan rahmat serta hidayahnya pada kita semua, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah ini kami susun sebagai wujud tanggung jawab kami dan kewajiban kami guna untuk memenuhi tugas mata kuliah Kapita Selekta. Kami menyadari makalah ini tidak akan selesai tanpa adanya dukungan dan dorongan dari berbagai pihak, untuk itu kami mengucapkan terima kasih kepada :
1.    Kedua orang tua kami yang telah memberikan doa dan motivasinya kepada kami selama menyusun makalah ini.
2.   Dosen  pengampu mata kuliah Bimbingan dan Konseling
3.   Teman- teman serta pihak-pihak lain yang telah membantu dalam penyelesaian pembuatan laporan ini.
Dengan selesainya penulisan makalah ini kami menyadari masih banyak kekurangan dan tidak sesuai dengan harapan para pembaca, untuk itu dengan rendah hati dan terbuka kami  mohon kritik dan saran yang bersifat membangun demi sempurnanya makalah ini.
Wassalammu’alaikum Wr.Wb

Watampone,6 januari 2015
          Penulis

DAFATAR ISI

KATA PENGANTAR.............................................................................................. .........   i
DAFTAR ISI............................................................................................................. .........   ii
BAB I  : PENDAHULUAN
     A.Latar Belakang.................................................................................................. .........   1
     B.Rumusan Masalah............................................................................................. .........   1
     C.Tujuan Masalah...........................................................................................................   1
BAB II : PEMBAHASAN
     A.pengertian Majelis Ta’lim.................................................................................. .........   2.
     B. fungsi dan Peranan Majelis Ta’lim diera pesatnya pertumbuhan lembaga pendidikan
        Islam formal.................................................................................................................   4
BAB III: PENUTUP
  A.Kesimpulan.................................................................................................... .........   7
  B.Saran..................................................................................................................8
DAFTAR PUSTAKA




 BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
            Pendidikan merupakan tugas dan tanggung jawab bersama yang dilaksanakan secara sadar baik dari pihak pendidik maupun pihak terdidik. Kesadaran dalam melaksanakan pendidikan adalah dimaksudkan untuk mencapai kedewasaan dan kematangan berfikir yang dapat diusahakan melalui beberapa proses pendidikan, yaitu proses pendidikan formal, informal, dan nonformal.
            Sejak tahun 1980 –an pertumbuhan lembaga – lembaga pendidikan Islam Luar Sekolah yaitu pendidikan yang dikelola oleh masyarakat di luar jalur pendidikan sekolah – tampak cukup pesat, terutama di kota – kota besar. Fenomena ini ditandai dengan munculnya Taman Pendidikan  Al Qur’an ( TPA ),  Taman Kanak – Kanak  Al Qur’an  ( TKA ) , Madrasah Diniyah, Majlis Ta’lim, dan bentuk – bentuk pengajian keagamaan lainnya. Bentuk – bentuk pendidikan demikian terlihat sepintas menggantikan model pengajian Al Qur’an di masjid atau langgar yang pernah ada sebelumnya , tapi mengalami perubahan baik bentuk maupun isinya.
            Majlis Ta’lim sebagai salah satu bentuk pendidikan Islam yang bersifat Nonformal , tampak memiliki kekhasan tersendiri. Dari segi nama jelas kurang lazim dikalangan masyarakat Islam Indonesia bahkan sampai di negeri Arab nama itu tidak dikenal, meskipun akhir – aklhir ini Majlis Ta’lim Sudah berkembang pesat. Juga merupakan kekhasan dari Majlis Ta’lim adalah tidak terikat pada faham dan  organisasi keagamaan  yang sudah tumbuh dan berkembang.  Sehingga menyerupai kumpulan pengajian yang diselenggarakan atas dasar kebutuhan untuk memahami Islam disela – sela kesiobukan bekerja dan bentuk – bentuk aktivitas lainnya atau sebagai pengisi waktu bagi  Ibu – ibu rumah tangga.
            Islam sebagai agama yang menjadi pedoman hidup bagi manusia mencakup seluruh kehidupan manusia. Di samping sebagai pedoman hidup, Islam menurut para pemeluknya juga sebagai ajaran yang harus dida’wahkan dan memberika pemahaman berbagai ajaran
yang terkandung di dalamnya. Sarana yang dapat dilakukan dalam mentranspormasikan nilai-nilai agama tersebut antara lain melalui Majlis Ta’lim yang berfungsi memberikan pemahaman tentang nilai-nilai ajaran tersebut. Hal ini dilakukan sebagaimana firman Allah dalam Surat An-Nahl ayat 125.2),yang artinya “ Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah[845] dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk “.

B. Rumusan Masalah
            Berdasakan latar belakang diatas maka dapat ditarik rumusan maslah sebagai berikut :
A.Apakah pengertian Majelis Ta'lim ?
B.Bagaimana fungsi dan peranan Majelis Ta'lim ditengah pesatnya perkembangan pendidikan islam formal ?

C. Tujuan Penulisan
      A.Untuk mengetahui pengertian Majelis Ta'lim.
B.Untuk mengetahui peranan Majelis Ta'lim ditengah pesatnya perkembangan pendidikan islam formal.









BAB II
PEMBAHASAN
A.       Pengertian Majelis Ta’lim
Dari segi etimologis,perkataan Majelis Ta’lim berasal dari bahasa arab,yang terdiri dari dua kata yaitu,Majelis dan Ta’lim.Majelis artinya tempat duduk,tempat sidang,dewan.Dan Ta’lim diartikan dengan pengajaran.Dengan demikian secara bahasa  Majelis Ta’lim adalah tempat untuk melaksanakan pengajaran atau  pengajian agama Islam.
Secara istilah pengertian majelis ta’lim sebagaimana dirumuskan pada musyawarah majelis ta’lim se DKI Jakarta tahun 1980,adalah;lembaga pendidikan non formal Islam yang memiliki kurikulum tersendiri,diselenggarakan secara berkala dan teratur,dan diikuti oleh jamaah yang relatif banyak bertujuan untuk membina dan mengembangkan hubungan yang santun dan serasi antara manusia dengan Allah SWT.Manusia dengan lingkungannya,dalam rangka membina masyarakat yang bertaqwa kepada Allah SWT.[1]
Berdasarkan uraian diatas dapat kita lihat bahwa ternyata majelis Ta’lim dilaksnakan berbeda dengan lembaga pendidikan Islam lainnya,seperti pesantren dan madrasah,baik yang menyangkut sistem,maupun tujuannya.Pada Majelis Ta’lim terdapat hal-hal yang cukup membedakan dengan yang lain,diantaranya:
a.  Majelis Ta’lim adalah lembaga pendidikan non formal Islam.
b.  Waktu belajarnya berkala tapi teratur,tidak setiap hari sebagaimana halnya seolah atau madrasah
c.  Pengikut atau pesertanya disebut Jama’ah (orang yang banyak) ,bukan pelajar atau santri.Hal ini didasarkan pada kehadiran di Majelis Ta’lim bukan merupakan kewajiban sebagaimana murid menghadiri sekolah atau madrasah.
d. Tujuannya yaitu memasyarakatkan ajaran islam.

Majelis ta’lim bila dilihat dari struktur organisasinya termasuk organisasi pendidikan luar sekolah atau suatu lembaga pendidika Islam yang bersifat non formal yang senantiasa menanamkan akhlak yang luhur dan mulia,meningkatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan keterampilan jama’ahnya,serta memberantas kebodohahan umat Islam agar dapat memperoleh kehidupan yang bahagia dan sejahtera serta diridhoi oleh Allah SWT.
Sementara itu bila dilihat dari segi tujuannya,majelis ta’lim termasuk lembaga atau sarana dakwah Islamiah yang secara self standing dan self disciplined dapat mengatur dan melaksanakan kegiatan-kegiatannya,didlamnya berkembang prinsip demokrasi yang berdasarkan musyawarah untuk mufakat demi kelancaran pelaksanaan ta’lim sesuai dengan tuntutan pesertanya.
Majelis ta’lim jga merupakan lembaga pendidikan masyarakat,yang tumbuh an berkembang dikalangan masyarakat Islam itu sendiri yang kepentingannya untuk kemalahatan umat manusia.Oleh karena itu Majelis Ta’lim adalah lembaga swadaya masyarakat yang hidupnya didasarkan kepada “Ta’awun dan “Ruhama”u bainahum..[2]

  1.  Fungsi dan Peranan majelis ta’lim diera pesatnya pertumbuhan lembaga pendidikan islam formal
Majlis Ta’lim merupakan lembaga pendidikan masyarakat yang tumbuh dan berkembang dari kalangan masyarakat Islam itu sendiri yang kepentingannya untuk kemaslahatan umat manusia.
Pertumbuhan Majlis Ta’lim dikalangan masyarakat menunjukkan kebutuhan dan hasrat anggota masyarakat tersebut akan pendidikan agama. Pada kebutuhan dan hasra masyarakat yang lebih luas yakni sebagai usaha memecahkan masalah – masalah menuju kehidupan yang lebih bahagia. Meningkatkan tuntutan jamaah dan peranan pendidikan yang bersifat nonformal, menimbulkan pula kesadarana dari dan inisiatif dari para ulama beserta anggota masyarakat untuk memperbaiki , meningkatkan  dan mengembangkan kwalitas dan kemampuan , sehingga eksistensi dan peranan serta fungsi majlis ta’lim benar benar berjalan dengan baik.
Eksistensi majelis taklim beserta perangkatnya sebagai lembaga pendidikan dan dakwah serta lembaga kemasyarakatan telah tumbuh dan berkembang bersama warga masyarakatnya sejak berabad-abad. Oleh karena itu secara kultural lembaga ini bisa diterima, tetapi juga ikut serta membentuk dan memberikan corak serta nilai kehidupan kepada masyarakat yang senantiasa tumbuh dab berkembang. Figur kyai, jama’ah serta seluruh perangkat fisik yang menandai sebuah majelis taklim senantiasa dikelilingi oleh sebuah kultur yang bersifat keagamaan.[3]

a.      Fungsi Majelis Ta’lim
1. Fungsi keagamaan, yakni membina dan mengembangkan ajaran Islam dalam rangka membentuk masyarakat yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT;
2. Fungsi pendidikan, yakni menjadi pusat kegiatan belajar masyarakat (learning society), keterampilan hidup, dan kewirausahaan;
3. Fungsi sosial, yakni menjadi wahana silaturahmi, menyampaikan gagasan, dan sekaligus sarana dialog antara ulama, umara dan umat:
4. Fungsi ekonomi, yakni sebagai sarana tempat pembinaan dan pemberdayaan ekonomi jama’ah;
5. Fungsi seni dan budaya, yakni sebagai tempat pengembangan seni dan budaya Islam.
6. Fungsi ketahanan bangsa, yakni menjadi wahana pencerahan umat da!am kehidupan beragama, bermasyarakat, dan berbangsa.
b.Peranan Majelis Ta’lim.
Peranan majelis ta’lim dalam masyarakat sebagaimana yang dijelaskan oleh Arifin (1991 : 120): “adalah mengokohkan landasan hidup manusia di bidang mental spritual keagamaan Islam dalam rangka meningkatkan kualitas hidupnya secara integral, lahiriyah dan batiniyah, duniawi dan ukhrawi yang bersamaan, sesuai dengan ajaran Islam yaitu iman dan takwa yang melandasi kehidupan di dunia dan segala bidang kegiatannya”.
Sedangkan Hasbullah (1996 : 206) memberikan rincian peranan majelis ta’lim adalah sebagai berikut:
1) Membina dan mengembangkan ajaran Islam dalam rangka membentuk masyarakat yang bertaqwa kepada Allah SWT,
2) Sebagai taman rekreasi rohaniah, karena penyelenggaraannya bersifat santai,
3) Sebagai ajang berlangsungnya silaturahim massal yang dapat menghidupkan dan menyuburkan da’wah dan ukhuwah Islamiah,
4) Sebagai sarana dialog berkesinambungan antara ulama dan umara serta umat,
5) Sebagai media penyampaian gagasan yang bermanfaat bagi pembangunan umat dan bangsa pada umumnya.[4]









BAB III
PENUTUP
A.    SIMPULAN
Majelis ta’lim jga merupakan lembaga pendidikan masyarakat,yang tumbuh an berkembang dikalangan masyarakat Islam itu sendiri yang kepentingannya untuk kemalahatan umat manusia.Oleh karena itu Majelis Ta’lim adalah lembaga swadaya masyarakat yang hidupnya didasarkan kepada “Ta’awun dan “Ruhama”u bainahum..
Majlis Ta’lim dikalangan masyarakat menunjukkan kebutuhan dan hasrat anggota masyarakat tersebut akan pendidikan agama. Pada kebutuhan dan hasra masyarakat yang lebih luas yakni sebagai usaha memecahkan masalah – masalah menuju kehidupan yang lebih bahagia.

B.     SARAN
Semoga dengan hadirnya makalah ini dapa menjadi sumber referensi untuk pengembangan kemampuan intelektualnya.













DAFTAR PUSTAKA
Alawiyah Tutty, Strategi Dakwah di Lingkungan Majelis Taklim, Bandung: Mizan, 1997, cet. I, hal. 78.
Hasbullah,Kapita Selekta Pendidikan Islam,Rajawali Pers,Jakarta,1995,hlm.95.
, Nata Abuddin, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Kencana, 2010). hal. 102.
Hasbullah. 1996. Kapita selekta Pendidikan Islam¸ Jakarta.: Raja Grapindo Persada.
Munir, M dan Ilaihi, Wahyu. Manajemen Dakwah. Jakarta: Kencana, 2006.
Saefudin, AM. “Serial Khutbah Jumat No. 183 Fenomena Majelis Ta’lim”, Jakarta: Ikatan Masjid Indonesia. 1996.
Syukir, Asmuni. Dasar-dasar Strategi Dakwah Islam, Surabaya: Al-Ikhlas, t.th.



[1] Hasbullah,Kapita Selekta Pendidikan Islam,Rajawali Pers,Jakarta,1995,hlm.95.
[2] Ibid,hlm.104.
[3] Abuddin Nata, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Kencana, 2010). hal. 102.

[4] Tutty Alawiyah, Strategi Dakwah di Lingkungan Majelis Taklim, Bandung: Mizan, 1997, cet. I, hal. 78





MAKALAH
KEPALA SEKOLAH SEBAGAI ADMINISTRATOR

 













Resume ini diajukan sebagai salah satu syarat memenuhi tugas  matakuliah
Administrasi pendidikan Proaram Studi Manajemen
Pendidikan Islam Jurusan Tarbiyah STAIN
Watampone



Oleh





HAIRUL
02123108
IRWAN
02123117


SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI(STAIN)
WATAMPONE
2013


ADMINISTRASI PENDIDIKAN
1.      KEPALA SEKOLAH SEBAGAI ADMINISTRATOR
Menurut Purwanto  Kepala sekolah sebagai administrator pendidikan bertanggung jawab terhadap kelancaran pelaksanaan pendidikan dan pengajaran di sekolah. Oleh karena itu untuk melaksanakan tugasnya dengan baik, kepala sekolah hendaknya memahami, menguasai dan mampu melaksanakan kegiatan-kegiatan yang berkenaan dengan tugasnya sebagai administrator.
Adapun tugas dan fungsi dari kepala sekolah sebagai administrator adalah sebagai berikut:
     1. Membuat Perencanaan
Salah satu fungsi utama dan pertama dari kepala sekolah adalah membuat perencanaan. Perencanaan merupakan syarat mutlak bagi setiap organisasi atau kelompok agar dapat berjalan dengan baik. Dalam rangka membuat perencanaan, kepala sekolah paling harus membuat rencana tahunan, dalam rencana tahunan hendaklah mencakup bidang-bidang berikut ini:
a.Program pengajaran. Termasuk dalam program pengajaran antara lain; pembagian tugas mengajar, pengadaan buku-buku pelajaran, alat-alat pembelajaran.
b.Kesiswaan, antara lain; syarat-syarat penerimaan murid baru, pengelompokan siswa, pembagian kelas, pelayanan bimbingan dan konseling dan pelayanan kesehatan.
c.Kepegawaian, antara lain; penerimaan guru baru, pembagian tugas guru dan pegawai, mutasi atau promosi guru dan pegawai.
d.Keuangan, mencakup pengadaan dan pengelolaan keuangan untuk berbagai kegiatan yang telah direncanakan.
e.Perlengkapan, antara lain meliputi; sarana dan prasarana sekolah, rehabilitasi gedung, penambahan ruang kelas dan lainnya.
Perlu diperhatikan oleh kepala sekolah, bahwa dalam membuat perencanaan tersebut, harus diperhitungkan dengan matang, selain itu perencanaan juga harus transparan dan dilakukan dengan musyawarah dengan pegawai, dewan guru dan atau komite sekolah.
2.  Menyusun Organisasi Sekolah
Organisasi mengambarkan adanya pembidangan fungsi dan tugas dari masing-masing kesatuan. Dalam suatu susunan dan struktur organisasi dapat dilihat bidang, tugas dan fungsi masing-masing kesatuan, serta hubungan vertikal horizontal antara kesatuan-kesatuan tersebut. Dengan kata lain, dengan melihat struktur organisasi dapat diketahui bentuk pola hubungan.
Maka dari semua itu, kepala sekolah sebagai administrator pendidikan harus menyusun organisasi sekolah yang dipimpinnya, melaksanakan pembagian tugas dan wewenangnya kepada guru-guru serta pegawai sekolah sesuai dengan struktur organisasi yang telah disusun dan disepakati.
3.  Bertindak sebagai Koordinator dan Pengarah
Dengan adanya bermacam-macam tugas dan pekerjaan yang dilakukan setiap personal dalam struktur organisasi sekolah maka memerlukan adanya koordinasi dan pengarahan dari kepala sekolah. Adanya koordinasi dari kepala sekolah yang baik dapat menghindarkan dari adanya persaingan yang tidak sehat, baik antar personal maupun antar bagian yang ada dalam sekolahan tersebut. Dengan adanya koordinator yang baik maka akan tercipta suasana kekeluargaan, saling tolong menolong dalam mengerjakan tugas, saling membantu untuk menggapai tujuan bersama, baik dalam hal pembelajaran dan administrasi. Dengan demikian, kualitas pendidikan di sekolah tersebut dapat ditingkatkan.
          4.  Melaksanakan Pengelolaan Kepegawaian
Kepala sekolah harus dapat melakukan pengelolaan kepegawaian, atau manajemen pegawai, yang meliputi; (1) perencanaan pegawai, (2) pengadaan pegawai, (3) pembinaan dan pengembangan pegawai, (4) promosi dan mutasi, (5) pemberhentian pegawai, (6) kompensasi, dan (7) penilaian pegawai. Semua itu perlu dilakukan dengan baik dan benar agar apa yang diharapkan tercapai, yakni tersedianya tanaga kependidikan Islam yang diperlukan dengan kuaifikasi dan kemampuan yang sesuai serta dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik dan berkualitas.
TUGAS KEPALA SEKOLAH SEBAGAI SUPERVISI
(+) Pembinaan kurikulum sekolah
Pembinaan kurikulum sekolah harus diperhatikan dalam kegiatan supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah karena seluruh kegiatan supervisi dilakukan berdasarkan kurikulum sekolah. Oleh karena itu, pembinaan kurikulum harus diupayakan agar tidak  tertinggal zaman serta memenuhi tuntutan seluruh personal organisasi dan masyarakat.
Kepala sekolah dalam kedudukannya sebagai supervisor bertugas untuk membimbing para guru dalam menentukan bahan pelajaran  dapat meningkat potensi siswa, memimbing guru-guru dalam mengadakan penilaian cara dan metode yang digunakan.
(+)  Pembagian tugas kepada guru
Sebelum membagikan tugas-tugas kepada guru, kepala sekolah terlebih dulu harus mengetahui jumlah guru yang akan memberikan pelajaran di sekolah, apakah perlu ditambah, apakah memerlukan guru-guru honorer. Bila semua telah diketahuinya, kepala sekolah dapat memulai pembagian tugas-tugas kepada mereka. Pembagian ini dapat dilakukan dengan cara penetapan sistem guru kelas, sistem guru bidang studi, dan sistem campuran antara keduanya.
SYARAT-SYARAT SEBAGAI SUPERVISOR
Setidaknya seorang supervisor memiliki beberapa macam keterampilan yang berhubungan dengan posisinya sebagai supervisor. Beberapa keterampilan itu antara lain :
o Keterampilan dalam kepemimpinan (leadership)
o Keterampilan dalam proses kelompok
o Keterampilan dalam hubungan insani (human relation)
o Keterampilan dalam administrasi personal
o Keterampilan dalam evaluasi (evaluation)
Syarat Menjasi Supervisor yang Handal dan Sukses
  • Seorang supervisor harus mengetahui lingkungan kerjanya.
  • Seorang supervisor harus mengetahui sumber daya bawahannya
  • Seorang supervisor harus menjadi teladan dan pembimbing yang andal bagi bawahannya.
  • Seorang supervisor harus mampu berfikit secara efektif, efisien, kreatif, produktif.
  • Seorang supervisor harus menghormati dan menghargai kerja keras dari bawahannya.
  • Seorang supervisor harus memiliki skill komunikasi yang bagus.
  • Seorang supervisor harus mempunyai kemampuan untuk memecahkan masalah yang dihadapi bawahannya
Teknik-Teknik dalam Supervisi Pendidikan
Dari sejumlah teknik yang dapat diterapkan dalam pembelajaran, ditinjau dari banyaknya guru dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian besar, yakni teknik individual dan teknik kelompok. Berikut uraiannya:
1.    Teknik Individual (Individual Technique)
Teknik individual ialah supervisi yang dilakukan secara perseorangan, teknik ini digunakan apabila masalah yang dihadapi bersifat pribadi apalagi khusus atau “secret”.[1][1] Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan antara lain:
a. Kunjungan Kelas                             d. Kunjungan antar Kelas
b. Observasi Kelas                              e. Menilai Diri Sendiri
c. Pertemuan Individu
1)   Kunjungan kelas (classroom visitation)
Kunjungan kelas ialah kunjungan sewaktu-waktu yang dilakukan oleh supervisor (kepala sekolah, penilik, atau pengawas) untuk melihat atau mengamati pelaksanaan proses pembelajaran sehingga diperoleh data untuk tindak lanjut dalam pembinaan selanjutunya.
Tujuannya :
a.    mengobservasi bagaimana guru mengajar.
b.    Menolong para guru untuk mengatasi masalah-masalah yang mereka hadapi.
Fungsi:
a.    Mengoptimalkan cara belajar mengajar yang dilaksanakan para guru.
b.    Membantu mereka untuk menumbuhkan profesi kerja secara optimal.[2][2]
2)   Observasi kelas ( classroom observation)
Observasi kelas adalah teknik observasi yang dilakukan ketika supervisor yang secara aktif mengikuti jalannya kunjungn kelas ketika proses sedang berlangsung.
Tujuannya:
a.       Memperoleh data yang subjektif mengenai aspek situasi dalam proses pembelajaran yang diamati.
b.    Mempelajari praktek-praktek pembelajaran setiap pendidik dan mengevaluasinya.
c.       Menemukan kelebihan dan sifat yang menonjol pada setiap pendidik.
d.      Menemukan kebutuhan para pendidik falam menunaikan tugasnya.
e.       Memperoleh bahan-bahan dan informasi guna penyusunan program supervise.
f.       Mempererat dan memupuk integritas sekolah.
Aspek-aspek yang diobservasi:
a.       Usaha dan aktifitas guru-siswa dalam proses pembelajaran.
b.      Cara penggunaan media pembelajaran.
c.       Reaksi mental para peserta didik dalam proses pembelajaran.
d.      Keadaan media yang digunakan.
e.       Lingkungan social, fisik sekolah, baik di dalam maupun di luar kelas dan factor-faktor penunjang lainnya.
3)   Pertemuan Individu )Individual Conference(
Yaitu percakapan pribadi antara supervisor dengan seorang guru mengenai usaha-usaha untuk memecahkan problematika yang dihadapi oleh seorang pendidik.
Tujuannya
a.       Memupuk dan mengembangkanpembelajaran yang lebih baik.
b.      Memperbaiki kelemahan dan kesalahan yang sering dialami.
4)   Saling Mengunjungi Kelas (Intervisitation)
Saling mengunjungi antar rekan guru yang satu dengan guru yang lain yang sedang mengajar.
Keuntungan-keuntungan:
a.      Memberikan kesempatan pada guru untuk mengamati rekan lain yang sedang mengajar.
b.      Membantu guru untuk mendapatkan pengalaman yang sangat berguna mengenai teknik dan metode pembelajaran dalam kelas.
c.       Memberikan motivasi terhadap aktivitas mengajar.
d.      Menciptakan suasana kewajaran dalam berdiskusi mengenai masalah yang dihadapi.
Jenis-jenis kunjungan antar kelas:
a.       Kunjungan intern, kunjungan yang berlangsung di sekolah yang sama.
b.      Kunjungan ekstern, kunjungan yang berlangsung antar sekolah lain.
5)   Menilai diri sendiri (Self Evaluation)
Salah satu tindakan atau tugas yang paling sukar dilakukan oleh para pemimpin terutama bagi seorang guru adalah melaksanakan penilaian terhadap dirinya sendiri dengan melihat kemampuannya sendiri dalam menyajikan bahan pelajaran. Untuk mengukur kemampuan pengajarannya, kita bisa melihat dari kemampuan para peserta didiknya dan juga penilaian terhadap diri sendiri merupakan teknik yang dapat membantu guru dalam memaksimalkan pengajarannya.

2.    Teknik Kelompok
Teknik kelompok adalah teknik yang digunakan bersama-sama oleh supervisor dengan sejumlah guru dalam suatu kelompok. Beberapa orang yang diduga memiliki masalah dikelompokkan secara bersama kemudian diberi pelayanan supervise sesuai dengan permaslahan yang mereka hadapi. Banyak bentuk-bentuk dalam teknik yang bersifat kelompok ini, namun di antaranya yang lebih umum adalah sebagai berikut:
1)   Pertemuan Orientasi Sekolah bagi Guru Baru (Orientation Meeting for New Teacher)
Yakni pertemuan yang bertujuan khusus mengantar guru-guru untuk memasuki suasana kerja yang baru. Beberapa hal yang disajikan adalah:
a.       System kerja sekolah yang dimaksud.
b.      Proses dan mekanisme administrasi organisasi sekolah.
2)   Rapat Guru
Rapat ini diadakan untuk membahas masalah-masalah yang terjadi pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Yang bertujuan untuk:
a.     Menyatukan pandangan-pandangan dan pendapat guru tentang konsep umum maupun metode metodeuntuk mencapai tujuan pendidikan yang menjadi tanggung jawab bersama.
b.      Mendorong guru untuk melaksanakan tugasnya dan mendorong kemajuan mereka.
3)   Lokakarya (Workshop)
Adalah suatu usaha untuk mengembangkan kesanggupan berpikir dan bekerja bersama-sama menangani masalah teoritis maupun praktis untuk meningkatkan kualitas serta profesionaliasme seorang pendidik. Ciri-ciri workshop meliputi:
a.       Masalah yang dibahas bersifat “lefe centered” dan muncul dari peserta.
b.      Cara pemecahan masalahnya dengan “musyawarah dan penyelidikan”.
c.       Menggunakan  resource person dan resource materials yang memberi bantuanyang         dalam emncapai hasil yang maksimal.
4)   Diskusi Panel
Adalah suatu bentuk diskusi yang dipentaskan di hadapan sejumlah partisipan atau pendengar untuk  memecahkan suatu problema dan para panelis terdiri dari orang-orang yang dianggap ahli dalam lapangan yang didiskusikan.
Tujuannya:
a.       Untuk menjajaki suatu masalah secara terbuka agar memperoleh lebih banyak    pengetahuan mengenai maslah yang dihadapi dari berbagai sudut pandang.
b.      Untuk menstimulir para partisipan agar mengarahkan perhatian terhadap masalah  yang dibahas melalui dimanika kelompok sebagai hasil interaksi dari para panelis.
5)   Symposium
Adalah suatu pertemuan untuk meninjau aspek-aspek suatu pokok masalah untuk mengumpulkan beberapa sudut pandang mengenai suatu masalah. Tujuaanya adalah untuk mengumpulkan dan membandingkan beberapa sudut pandang yang berbeda-beda tentang suatu problema.
6)   Penataran-penataran
Teknik supervisi kelompok yang dilakukan melalui penataran-penataran sudah banyak dilakukan. Misalnya penataran untuk guru-guru bidang studi tertentu, penataran tentang metodologi pengajaran, dan penataran tentang administrasi pendidikan. Mengingat bahwa penataran-penataran tersebut pada umumnya diselenggarakan oleh pusat atau wilayah, maka tugas kepala sekolah terutama adalah mengelola dan membimbing pelaksanaan tindak lanjut (follow-up) dari hasil penataran, agar dapat dipraktekkan oleh guru-guru.
 Pelaksanaan Supervisi Pendidikan
            pelaksanaan program supervise pendidikan  di sekolah secara menyeluruh, hal-hal yang menyangkut adalah sebagai berikut:
         Lingkungan kegiatan (teknik edukatif dan administrasi)
            Supervise merupakan bantuan yang diberikan kepada deluruh sekolah untuk meningkatkan kemampuan dalam menjalankan tugas dan bertujuan untuk mengembangkan situasi belajar mengajar yang lebih baik, sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan. Bantuan tersebut dapat diterapkan dalam bidang edukatif dan administrative.
         Asas pelaksanaan
                               Pelaksanaan supervise dalam bidang teknis edukatif maupun teknis administrative hendaknya memperhatikan asas-asa berikut:
a.       Terencana
b.      Demokratis
c.       Kooperatif
d.      Konstruktif
e.       Terpadu
3.         Pelaksanaan Supervisi
                   Berdasarkan maslah yang dihadapi, pelaksanaan supervise dapat dibedakan dala dua macam, yakni:
a.    Supervise biasa, yang dilaksanakan secara continue berdasarkan program supervise tahunan atau semester.
b.    Supervise darurat, yang dilaksanakan jika ada suatu kasus yang timbul di sekolah dan menghendaki penyelenggaraan segera.
            Sedangkan berdasarkan pelaksanaannya, supervise dapat dibedakan dalam dua bentuk, yakni:
a.    Supervise intern, yang dilakukan oleh tugas pembinaan dalam unit organisasi sendiri oleh pimpinan di suatu organisasi.
b.    Supervise ekstern, yang dilaksanakan oleh petugas dari Kantor Wilayah atau Departemen yang diberi wewenang untuk melakukan pembinaan terhadap sekolah.