LANDASAN
SOSIAL BUDAYA KURIKULUM
![]() |
Makalah
Ini Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Memenuhi Tugas Matakuliah
Pengantar
Kurikulum Program Studi Manajemen
Pendidikan
Islam Jurusan Tarbiyah Stain
Watampone
Oleh
HAIRUL
02123108
ASRIADI.Y
02123109
SEKOLAH
TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI(STAIN)
WATAMPONE
2013
Kata pengantar
Assalamu’alaikum
wr.wb.
Puji syukur kami panjatkan pada Allah SWT, yang telah
memberikan rahmat serta hidayahnya pada kita semua, sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah ini. Makalah ini kami susun sebagai wujud tanggung jawab
kami dan kewajiban kami guna untuk memenuhi tugas mata kuliah pengantar
kurikulum. Kami menyadari makalah ini tidak akan selesai tanpa adanya dukungan
dan dorongan dari berbagai pihak, untuk itu kami mengucapkan terima kasih
kepada :
1.
Kedua orang
tua kami yang telah memberikan doa dan motivasinya kepada kami selama menyusun
makalah ini.
2. Dosen pengampu mata kuliah Pengantar kurikulum
3. Teman- teman
serta pihak-pihak lain yang telah membantu dalam penyelesaian pembuatan laporan
ini.
Dengan selesainya penulisan makalah ini kami menyadari
masih banyak kekurangan dan tidak sesuai dengan harapan para pembaca, untuk itu
dengan rendah hati dan terbuka kami mohon kritik dan saran yang bersifat
membangun demi sempurnanya makalah ini.
Wassalammu’alaikum Wr.Wb.
Watampone,28 April 2014
Penulis
Daftar isi
Halaman
judul i
Kata
pengantar ii
Daftar isi iii
Bab I
pendahuluan 1
A.
Latar
belakang 1
B.
Rumusan
masalah 1
C.
Tujuan
penulisan 1
Bab II
Pembahasan 2
A.
Pengertian
landasan kurikulum 2
B.
Landasan
sosial-budaya dalam kurikulum 3
Bab III
Penutup 6
A.
Simpulan 6
B.
Saran 6
Daftar Pustaka 7
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam proses
pengembangan sebuah kurikulum banyak hal yang perlu diperhatikan, diantaranya
landasan dalam pengembangannya. Landasan pengembangan kurikulum diantaranya,
landasan filosofis, landasan psikologis, dan landasan social-budaya, dalam
pengembangan kurikulum. Dari sekian landasan tadi, dalam makalah ini kami
mencoba memaparkan landasan-landasan tersebut dalam pengembangan suatu
kurikulum.
Mengingat
pentingnya peranan kurikulum didalam pendidikan dan dalam perkembangan
kehidupan manusia, penyusunan kurikulum tidak dapat di kerjakan sembarangan.
Penyusunan kurikulum membutuhkan landasan-landasan yang kuat, yang didasarkan
atas hasil-hasil pemikiran dan penelitian yang mendalam.
Kurikulum
sebagai suatu program dan alat untuk mencapai tujuan pendidikan, mempunyai
hubungan dengan proses perubahan perilaku peserta didik. Dalam hal ini
kurikulum merupakan suatu program pendidikan yang berfungsi sebagai alat untuk
mengubah perilaku peserta didik (peserta didik) ke arah yang diharapkan oleh
pendidikan. Oleh sebab itu, proses pengembangan kurikulum perlu memperhatikan
asumsi–asumsi yang bersumber dalam bidang kajian filosofis, psikologis, dan
sosial-budaya.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas,
pokok masalah yang akan dikaji pada makalah ini, yaitu:
1.
Apa yang dimaksud landasan kurikulum?
2.
Apa yang dimaksud landasan
sosial-budaya pengembangan kurikulum?
C. Tujuan
Berdasarkan latar belakang dan
rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penulisan makalah ini yaitu:
1.
Mengetahui hakikat landasan kurikulum.
2.
Mengetahui landasan sosial-budaya
pengembangan kurikulum.
BAB II
PEMBAHASAN
LANDASAN
PENGEMBANGAN KURIKULUM
A.
Landasan Kurikulum
Kurikulum adalah seperangkat
rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara
yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk
mencapai tujuan pendidikan tertentu.Kurikulum merupakan inti dari bidang
pendidikan dan memiliki pengaruh terhadap seluruh kegiatan pendidikan.
Mengingat pentingnya kurikulum dalam pendidikan dan kehidupan manusia, maka
penyusunan kurikulum tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Penyusunan
kurikulum membutuhkan landasan-landasan yang kuat, yang didasarkan pada
hasil-hasil pemikiran dan penelitian yang mendalam. Penyusunan kurikulum yang
tidak didasarkan pada landasan yang kuat dapat berakibat fatal terhadap
kegagalan pendidikan itu sendiri. Dengan sendirinya, akan berkibat pula
terhadap kegagalan proses pengembangan manusia.
Pada hakikatnya pengembangan
kurikulum itu merupakan usaha untuk mencari bagaimana rencana dan pengaturan
mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai
pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan
dan kebutuhan untuk mencapai tujuan tertentu dalam suatu lembaga. Pengembangan
kurikulum di arahkan pada pencapaian nilai-nilai umum, konsep-konsep, masalah
dan keterampilan yang akan menjadi isi kurikulum yang disusun dengan fokus pada
nilai-nilai tadi. Adapun selain berpedoman pada landasan-landasan yang ada,
pengembangan kurikulum juga berpijak pada prinsip-prinsip pengembangan
kurikulum.
Landasan adalah suatu gagasan atau
kepercayaan yang menjadi sandaran, suatu prinsip yang mendasari. Dengan
demikian landasan pengembangan kurikulum adalah suatu gagasan, suatu asumsi,
atau prinsip yang menjadi sandaran atau titik tolak dalam mengembangkan
kurikulum agar dapat berfungsi sesuai dengan tuntutan pendidikan dalam Undang-Undang
No 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Secara umum dapat
disimpulkan bahwa landasan pokok dalam pengembangan kurikulum adalah landasan
filosofis, landasan psikologis, dan landasan sosial-budaya.
B.
Landasan
Sosial-Budaya Pengembangan Kurikulum
Kurikulum dapat dipandang sebagai
suatu rancangan pendidikan. Sebagai suatu rancangan, kurikulum menentukan
pelaksanaan dan hasil pendidikan. Kita maklumi bahwa pendidikan merupakan usaha
mempersiapkan peserta didik untuk terjun kelingkungan masyarakat. Pendidikan
bukan hanya untuk pendidikan semata, namun memberikan bekal pengetahuan,
keterampilan serta nilai-nilai untuk hidup, bekerja dan mencapai perkembangan
lebih lanjut di masyarakat.
Peserta didik berasal dari
masyarakat, mendapatkan pendidikan baik formal maupun informal dalam lingkungan
masyarakat dan diarahkan bagi kehidupan masyarakat pula. Kehidupan masyarakat,
dengan segala karakteristik dan kekayaan budayanya menjadi landasan dan
sekaligus acuan bagi pendidikan.
Dengan pendidikan, kita tidak
mengharapkan muncul manusia – manusia yang menjadi terasing dari lingkungan
masyarakatnya, tetapi justru melalui pendidikan diharapkan dapat lebih mengerti
dan mampu membangun kehidupan masyakatnya. Oleh karena itu, tujuan, isi, maupun
proses pendidikan harus disesuaikan dengan kebutuhan, kondisi, karakteristik,
kekayaan dan perkembangan yang ada di masyakarakat.
Setiap lingkungan masyarakat
masing-masing memiliki-sosial budaya tersendiri yang mengatur pola kehidupan
dan pola hubungan antar anggota masyarkat. Salah satu aspek penting dalam
sistem sosial budaya adalah tatanan nilai-nilai yang mengatur cara berkehidupan
dan berperilaku para warga masyarakat. Nilai-nilai tersebut dapat bersumber
dari agama, budaya, politik atau segi-segi kehidupan lainnya.
Sejalan dengan perkembangan
masyarakat maka nilai-nilai yang ada dalam masyarakat juga turut berkembang
sehingga menuntut setiap warga masyarakat untuk melakukan perubahan dan
penyesuaian terhadap tuntutan perkembangan yang terjadi di sekitar masyarakat.
Israel Scheffer (Nana Syaodih
Sukamdinata, 1997) mengemukakan bahwa melalui pendidikan manusia mengenal
peradaban masa lalu, turut serta dalam peradaban sekarang dan membuat peradaban
masa yang akan datang. Dengan demikian, kurikulum yang dikembangkan sudah
seharusnya mempertimbankan, merespons dan berlandaskan pada perkembangan
sosial-budaya dalam suatu masyarakat, baik dalam konteks lokal, nasional maupun
global.
Gagasan pemerintah untuk
merealisasikan penegmbangan kurikulum muatan lokal tersebut yang dimulai pada
sekolah dasar, tlah diwujudkan dalam Keputusan, Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan RI No. 0412/U/1987 Tanggal 11 Juli 1987 tentang penerapan Muatan
Lokal Sekolah Dasar kemudian disusul dengan penjabaran pelaksanaanya dalam
Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Dasar Menengah No.
173/C/Kep/M/1987Tanggal 7 Oktober 1987dalam sambutannya Mendikbud menyatakan:” Dalam
hal ini harus diingat bahwa adanya”muatan lokal” dalam kurikulum bukan
bertujuan agar anak terjerat dalam lingkungannya semata-mata. Semua anak berhak
mendapat kesempatan guna lebih terlibat dalam mobilitas yang melampaui batas
lingkungannya sendiri” (Umar Tirtaraharja dan Lasula 2000:274).
Contoh kurikulum muatan lokal yang
saat ini sudah dilaksanakan disebagian besar bsekolah adalah mata pelajaran
Keterampilan, Kesenian dan Bahasa Daerah. Tujuan pengembangan kurikulum muatan
lokal dapat dilihat dari kepentingan nasional dan kepentingan peserta didik.
Dalam hubungannya dengan kepentingan nasional muatan lokal bertujuan:
a.
melestarikan
dan mengembangkan kebudayaan yang khas daerah.
b.
Mengubah
nilai dan sikap terhadap masyarakat lingkungan kearah yang positif.
Jika dilihat dari sudut kepentingan
peserta didik pengembangan kurikulum muatan lokal bertujuan:
a.
Meningkatkan
pemahaman peserta didik terhadap lingkungannya ( lingkungan alam sosial dan
budaya)
b.
Mengakrabkan
peserta didik dengan lingkungannya sehingga mereka tidak asing dengan
lingkungannya.
c. Menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang
dipelajari untuk memecahkan masalah yang ditemukan dilingkungan sekitarnya
(Umar Tirtarahardja dan La Sula,2000:276).
BAB III
PENUTUP
A.
SIMPULAN
landasan pengembangan kurikulum
adalah suatu gagasan, suatu asumsi, atau prinsip yang menjadi sandaran atau
titik tolak dalam mengembangkan kurikulum agar dapat berfungsi sesuai dengan
tuntutan pendidikan dalam Undang-Undang No 20 tahun 2003 Tentang Sistem
Pendidikan Nasional.
Landasan sosial budaya, adalah
asumsi-asumsi yang bersumber dari sosiologi dan antrofologi yang dijadikan
titik tolak dalam mengembangkan kurikulum. Karakterstik sosial budaya di mana
peserta didik hidup berimplikasi pada program pendidikan yang akan
dikembangkan.
Israel Scheffer mengemukakan bahwa
melalui pendidikan manusia mengenal peradaban masa lalu, ada dalam peradaban
sekarang dan membuat peradaban masa yang akan datang.
Kurikulum yanga dikembangkan sudah
seharusnya mempertimbangkan, merespons dan berlandaskan pada perkembangan
sosial-budaya dalam suatu masyarakat, baik dalam konteks lokal, nasional maupun
global.
B.
SARAN
Kurikulum merupakan inti dari bidang
pendidikan dan memiliki pengaruh terhadap seluruh kegiatan pendidikan.Maka dari
itu dalam pembutan kurikulum kita harus memperhatika aspek-aspek dalam
masyarakat.
DAFTAR
PUSTAKA
Tim pengembanngan MKDP kurikulum dan
pembelajaran.2011. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers
Sukmadinata,N.S. 2006. Pengembangan
Kurikulum Teori dan Praktek. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Yulaelawati,Ella. 2003. Kegiatan
Belajar Mengajar yang Efektif, Pelayanan Profesional Kurikulum Berbasis
Kompetensi. Jakarta: PT Puskur Balitbang.
Yulaelawati,Ella. 2003. Penilaian
Kelas, Pelayanan Profesional Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta: PT
Puskur Balitbang.
Mulyasa,E.2004. Kurikulum
Berbasis Kompetensi, Konsep, Karakteristik, dan Implementasi. Bandung: PT
Remaja Rosdakarya.
