Sabtu, 27 Desember 2014

LANDASAN SOSIAL­ BUDAYA KURIKULUM

 













Makalah Ini Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Memenuhi Tugas  Matakuliah
Pengantar Kurikulum Program Studi Manajemen
Pendidikan Islam Jurusan Tarbiyah Stain
Watampone



Oleh





HAIRUL
02123108
ASRIADI.Y
02123109


SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI(STAIN)
WATAMPONE
2013
Kata pengantar
Assalamu’alaikum wr.wb.
Puji syukur kami panjatkan pada Allah SWT, yang telah memberikan rahmat serta hidayahnya pada kita semua, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah ini kami susun sebagai wujud tanggung jawab kami dan kewajiban kami guna untuk memenuhi tugas mata kuliah pengantar kurikulum. Kami menyadari makalah ini tidak akan selesai tanpa adanya dukungan dan dorongan dari berbagai pihak, untuk itu kami mengucapkan terima kasih kepada :
1.    Kedua orang tua kami yang telah memberikan doa dan motivasinya kepada kami selama menyusun makalah ini.
2.   Dosen  pengampu mata kuliah Pengantar kurikulum
3.   Teman- teman serta pihak-pihak lain yang telah membantu dalam penyelesaian pembuatan laporan ini.
Dengan selesainya penulisan makalah ini kami menyadari masih banyak kekurangan dan tidak sesuai dengan harapan para pembaca, untuk itu dengan rendah hati dan terbuka kami  mohon kritik dan saran yang bersifat membangun demi sempurnanya makalah ini.
Wassalammu’alaikum Wr.Wb.


Watampone,28 April 2014
          Penulis
Daftar isi
Halaman judul                                                                                     i
Kata pengantar                                                                                    ii
Daftar isi                                                                                             iii
Bab I pendahuluan                                                                              1
A.    Latar belakang                                                                                    1
B.     Rumusan masalah                                                                   1
C.     Tujuan penulisan                                                                     1
Bab II Pembahasan                                                                             2
A.    Pengertian landasan kurikulum                                               2
B.     Landasan sosial-budaya dalam kurikulum                              3
Bab III Penutup                                                                                  6
A.    Simpulan                                                                                 6
B.     Saran                                                                                       6
Daftar Pustaka                                                                        7


 BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam proses pengembangan sebuah kurikulum banyak hal yang perlu diperhatikan, diantaranya landasan dalam pengembangannya. Landasan pengembangan kurikulum diantaranya, landasan filosofis, landasan psikologis, dan landasan social-budaya, dalam pengembangan kurikulum. Dari sekian landasan tadi, dalam makalah ini kami mencoba memaparkan landasan-landasan tersebut dalam pengembangan suatu kurikulum.
Mengingat pentingnya peranan kurikulum didalam pendidikan dan dalam perkembangan kehidupan manusia, penyusunan kurikulum tidak dapat di kerjakan sembarangan. Penyusunan kurikulum membutuhkan landasan-landasan yang kuat, yang didasarkan atas hasil-hasil pemikiran dan penelitian yang mendalam.
Kurikulum sebagai suatu program dan alat untuk mencapai tujuan pendidikan, mempunyai hubungan dengan proses perubahan perilaku peserta didik. Dalam hal ini kurikulum merupakan suatu program pendidikan yang berfungsi sebagai alat untuk mengubah perilaku peserta didik (peserta didik) ke arah yang diharapkan oleh pendidikan. Oleh sebab itu, proses pengembangan kurikulum perlu memperhatikan asumsi–asumsi yang bersumber dalam bidang kajian filosofis, psikologis, dan sosial-budaya.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, pokok masalah yang akan dikaji pada makalah ini, yaitu:
1.      Apa yang dimaksud landasan kurikulum?
2.      Apa yang dimaksud landasan sosial-budaya pengembangan kurikulum?
C. Tujuan
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penulisan makalah ini yaitu:
1.      Mengetahui hakikat landasan kurikulum.
2.      Mengetahui landasan sosial-budaya pengembangan kurikulum.

BAB II
PEMBAHASAN
LANDASAN PENGEMBANGAN KURIKULUM
A.    Landasan Kurikulum
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.Kurikulum merupakan inti dari bidang pendidikan dan memiliki pengaruh terhadap seluruh kegiatan pendidikan. Mengingat pentingnya kurikulum dalam pendidikan dan kehidupan manusia, maka penyusunan kurikulum tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Penyusunan kurikulum membutuhkan landasan-landasan yang kuat, yang didasarkan pada hasil-hasil pemikiran dan penelitian yang mendalam. Penyusunan kurikulum yang tidak didasarkan pada landasan yang kuat dapat berakibat fatal terhadap kegagalan pendidikan itu sendiri. Dengan sendirinya, akan berkibat pula terhadap kegagalan proses pengembangan manusia.
Pada hakikatnya pengembangan kurikulum itu merupakan usaha untuk mencari bagaimana rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan untuk mencapai tujuan tertentu dalam suatu lembaga. Pengembangan kurikulum di arahkan pada pencapaian nilai-nilai umum, konsep-konsep, masalah dan keterampilan yang akan menjadi isi kurikulum yang disusun dengan fokus pada nilai-nilai tadi. Adapun selain berpedoman pada landasan-landasan yang ada, pengembangan kurikulum juga berpijak pada prinsip-prinsip pengembangan kurikulum.
Landasan adalah suatu gagasan atau kepercayaan yang menjadi sandaran, suatu prinsip yang mendasari. Dengan demikian landasan pengembangan kurikulum adalah suatu gagasan, suatu asumsi, atau prinsip yang menjadi sandaran atau titik tolak dalam mengembangkan kurikulum agar dapat berfungsi sesuai dengan tuntutan pendidikan dalam Undang-Undang No 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Secara umum dapat disimpulkan bahwa landasan pokok dalam pengembangan kurikulum adalah landasan filosofis, landasan psikologis, dan landasan sosial-budaya.
B.     Landasan Sosial-Budaya Pengembangan Kurikulum
Kurikulum dapat dipandang sebagai suatu rancangan pendidikan. Sebagai suatu rancangan, kurikulum menentukan pelaksanaan dan hasil pendidikan. Kita maklumi bahwa pendidikan merupakan usaha mempersiapkan peserta didik untuk terjun kelingkungan masyarakat. Pendidikan bukan hanya untuk pendidikan semata, namun memberikan bekal pengetahuan, keterampilan serta nilai-nilai untuk hidup, bekerja dan mencapai perkembangan lebih lanjut di masyarakat.
Peserta didik berasal dari masyarakat, mendapatkan pendidikan baik formal maupun informal dalam lingkungan masyarakat dan diarahkan bagi kehidupan masyarakat pula. Kehidupan masyarakat, dengan segala karakteristik dan kekayaan budayanya menjadi landasan dan sekaligus acuan bagi pendidikan.
Dengan pendidikan, kita tidak mengharapkan muncul manusia – manusia yang menjadi terasing dari lingkungan masyarakatnya, tetapi justru melalui pendidikan diharapkan dapat lebih mengerti dan mampu membangun kehidupan masyakatnya. Oleh karena itu, tujuan, isi, maupun proses pendidikan harus disesuaikan dengan kebutuhan, kondisi, karakteristik, kekayaan dan perkembangan yang ada di masyakarakat.
Setiap lingkungan masyarakat masing-masing memiliki-sosial budaya tersendiri yang mengatur pola kehidupan dan pola hubungan antar anggota masyarkat. Salah satu aspek penting dalam sistem sosial budaya adalah tatanan nilai-nilai yang mengatur cara berkehidupan dan berperilaku para warga masyarakat. Nilai-nilai tersebut dapat bersumber dari agama, budaya, politik atau segi-segi kehidupan lainnya.
Sejalan dengan perkembangan masyarakat maka nilai-nilai yang ada dalam masyarakat juga turut berkembang sehingga menuntut setiap warga masyarakat untuk melakukan perubahan dan penyesuaian terhadap tuntutan perkembangan yang terjadi di sekitar masyarakat.
Israel Scheffer (Nana Syaodih Sukamdinata, 1997) mengemukakan bahwa melalui pendidikan manusia mengenal peradaban masa lalu, turut serta dalam peradaban sekarang dan membuat peradaban masa yang akan datang. Dengan demikian, kurikulum yang dikembangkan sudah seharusnya mempertimbankan, merespons dan berlandaskan pada perkembangan sosial-budaya dalam suatu masyarakat, baik dalam konteks lokal, nasional maupun global.
Gagasan pemerintah untuk merealisasikan penegmbangan kurikulum muatan lokal tersebut yang dimulai pada sekolah dasar, tlah diwujudkan dalam Keputusan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 0412/U/1987 Tanggal 11 Juli 1987 tentang penerapan Muatan Lokal Sekolah Dasar kemudian disusul dengan penjabaran pelaksanaanya dalam Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Dasar Menengah No. 173/C/Kep/M/1987Tanggal 7 Oktober 1987dalam sambutannya Mendikbud menyatakan:” Dalam hal ini harus diingat bahwa adanya”muatan lokal” dalam kurikulum bukan bertujuan agar anak terjerat dalam lingkungannya semata-mata. Semua anak berhak mendapat kesempatan guna lebih terlibat dalam mobilitas yang melampaui batas lingkungannya sendiri” (Umar Tirtaraharja dan Lasula 2000:274).
Contoh kurikulum muatan lokal yang saat ini sudah dilaksanakan disebagian besar bsekolah adalah mata pelajaran Keterampilan, Kesenian dan Bahasa Daerah. Tujuan pengembangan kurikulum muatan lokal dapat dilihat dari kepentingan nasional dan kepentingan peserta didik. Dalam hubungannya dengan kepentingan nasional muatan lokal bertujuan:
a.       melestarikan dan mengembangkan kebudayaan yang khas daerah.
b.      Mengubah nilai dan sikap terhadap masyarakat lingkungan kearah yang positif.
Jika dilihat dari sudut kepentingan peserta didik pengembangan kurikulum muatan lokal bertujuan:
a.       Meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap lingkungannya ( lingkungan alam sosial dan budaya)
b.      Mengakrabkan peserta didik dengan lingkungannya sehingga mereka tidak asing dengan lingkungannya.
c.       Menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari untuk memecahkan masalah yang ditemukan dilingkungan sekitarnya (Umar Tirtarahardja dan La Sula,2000:276).











BAB III
PENUTUP
A.    SIMPULAN
landasan pengembangan kurikulum adalah suatu gagasan, suatu asumsi, atau prinsip yang menjadi sandaran atau titik tolak dalam mengembangkan kurikulum agar dapat berfungsi sesuai dengan tuntutan pendidikan dalam Undang-Undang No 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.  
Landasan sosial budaya, adalah asumsi-asumsi yang bersumber dari sosiologi dan antrofologi yang dijadikan titik tolak dalam mengembangkan kurikulum. Karakterstik sosial budaya di mana peserta didik hidup  berimplikasi pada  program pendidikan yang akan dikembangkan.
Israel Scheffer mengemukakan bahwa melalui pendidikan manusia mengenal peradaban masa lalu, ada dalam peradaban sekarang dan membuat peradaban masa yang akan datang.
Kurikulum yanga dikembangkan sudah seharusnya mempertimbangkan, merespons dan berlandaskan pada perkembangan sosial-budaya dalam suatu masyarakat, baik dalam konteks lokal, nasional maupun global.
B.     SARAN
Kurikulum merupakan inti dari bidang pendidikan dan memiliki pengaruh terhadap seluruh kegiatan pendidikan.Maka dari itu dalam pembutan kurikulum kita harus memperhatika aspek-aspek dalam masyarakat.



DAFTAR PUSTAKA
Tim pengembanngan MKDP kurikulum dan pembelajaran.2011. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers
Sukmadinata,N.S. 2006. Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Yulaelawati,Ella. 2003. Kegiatan Belajar Mengajar yang Efektif, Pelayanan Profesional Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta: PT Puskur Balitbang.
Yulaelawati,Ella. 2003. Penilaian Kelas, Pelayanan Profesional Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta: PT Puskur Balitbang.
Mulyasa,E.2004. Kurikulum Berbasis Kompetensi, Konsep, Karakteristik, dan Implementasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar