HAIRUL
02123108
JURUSAN : TARBIYAH
PROGRAM STUDI : MANAJEMEN PENDIDIKANISLAM
ANGKATAN 2012
PENGAMBILAN KEPUTUSAN
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Kehidupan
sehari-hari kita sebenarnya adalah kehidupan yang selalu bergumul dengan
keputusan. Keputusan merupakan kesimpulan terbaik yang diperoleh setelah
mengevaluasi berbagai alternatif. Di dalam arti tersebut, terkandung unsur
situasi dasar, peluang munculnya situasi dasar, dan aktifitas pencapaian
keputusan. Lantas pertanyaannya, apakah setelah evaluasi alternatif serta merta
begitu saja hadir keputusan? Iya, secara rasional kesimpulan tersirat dalam
premis-premis sehingga hanya kepentingan perumusan saja. Walaupun berbagai
literatur yang memandang keputusan sebagai proses menampilkan tersurat kata
keputusan di dalam modelnya.
Dengan
demikian pengetahuan alternatif model, metode, aliran digunakan untuk penentuan
pegangan sendiri. Seperti berkenaan dengan ini saya sendiri lebih menyukai
cukup tiga aktifitas saja untuk sampai pada keputusan,yaitu: kehadiran tujuan,
aktifitas pencarian informasi atau alternatif, dan aktifitas evaluasi
alternatif. Banyak sedikitnya informasi yang dilakukan mempengaruhi kecepatan
dan kerumitan pengambilan keputusan. Untuk membeli sebuah ballpoint tidak sama
kecepatan dan kerumitan pengambilan keputusannya dengan membeli pesawat terbang
pribadi
Untuk
memahami lebih jauh lagi mengenai pemecahan masalah dan pengambilan keputusanm
itu, maka akan dijelaskan lebih jauh dalam makalah ini.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Pemecahan Masalah
Pemecahan masalah merupakan upaya untuk
menemukan cara yang tepat dalam mencapai tujuan ketika tujuan dimaksud belum
tercapai (belum tersedia). Sementara itu, Davidoff (1988) mengemukakan bahwa
pemecahan masalah adalah suatu usaha yang cukup keras yang melibatkan suatu
tujuan dan hambatan-hambatannya. Seseorang yang menghadapi satu tujuan akan
menghadapi persoalandan dengan demikian dia akan terpacu untuk mencapai tujuan
itu dengan berbagai cara.
Sedangkan Hunsacker menurut (Lasmahadi, 2005)
bahwa pemecahan masalah merupakan suatu proses penghilangan perbedaan atau
ketidaksesuaian yang terjadi antara hasil yang diperoleh dan hasil yang
diinginkan. Salah satu bagian dari proses pemecahan masalah adalah
pengambilan keputusan (decision making), yang didefinisikan sebagai mengambil
solusi terbaik dari sejumlah alternatif yang tersedia. Pengambilan keputusan
yang tidak tepat akan mempengaruhi kualitas hasil dari pemecahan masalah yang
dilakukan. Jadi secara singkat pemecahan masalah adalah formulasi jawaban
baru, keluar dari aplikasi peraturan yang dipelajari sebelumnya untuk
menciptakan solusi/jalan keluar dari sebuah masalah (problem).
B. Proses
Pemecahan Masalah
Wessels (Woolfolk & Nicolich, 2004:321)
mengemukakan bahwa dalam memecahkan masalah, ada empat langkah yang ditempuh,
yaitu:
1. Memahami
masalah
Langkah
pertama yang dilakukan adalah dengan memahami secara tepat masalah yang sedang
dihadapi. Untuk memahami masalah, diperlukan representasi situasi akurat
tentang masalah yang sedang dihadapi. Pada tahap ini, individu perlu melakukan
diagnosis terhadap sebuah situasi, peristiwa atau kejadian, untuk memfokuskan
perhatian pada masalah sebenarnya, bukan pada gejala-gejala yang muncul
(Lasmahadi, 2005). Pada beberapa masalah, perlu digunakan diagram atau notasi
tertentu (misalnya x, y, dan z) untuk mempermudah identifikasi dan pemahaman
masalahnya (Kangguru, 2007).
2. Menyeleksi
solusi
Setelah
menentukan akar masalah yang sedang dihadapi, maka langkah selanjutnya adalah
merencanakan strategi pemecahan yang akan dan mungkin dapat ditempuh. Copi
(Woolfolk & Nicolich, 2004: 324) mengemukakan bahwa salah satu metode yang
cukup tepat untuk diaplikasikan adalah pemikiran analitik (membuat alasan
dengan analogi). Metode ini memberi batas pencarian solusi pada situasi yang
memiliki beberapa kesamaan dengan dengan situasi yang sedang dihadapi.
3. Memutuskan
rencana
Tahap ini ditandai dengan pemilihan dan
pengaplikasian suatu rencana yang telah diseleksi dan dianalisis secara matang
untuk memecahkan suatu masalah. Memutuskan rencana berarti individu telah
mempertimbangkan semua kemungkinan dari masing-masing solusi yang ada dan
memilih solusi yang dianggap terbaik dari sekian solusi yang ada.
4. Mengevaluasi
hasil
Tahapan selanjutnya adalah mengevaluasi hasil
yang telah dicapai. Tahap ini meliputi verifikasi fakta, baik yang menguatkan
maupun yang melemahkan pilihan-pilihan yang ada.
C. Pengertian
Pengambilan Keputusan
Pengambilan
keputusan (desicion making) adalah melakukan penilaian dan menjatuhkan pilihan.
Keputusan ini diambil setelah melalui beberapa perhitungan dan pertimbangan
alternatif. Sebelum pilihan dijatuhkan, ada beberapa tahap yang ngkin akan dilalui oleh pembuat keputusan.
Tahapan tersebut bisa saja meliputi identifikasi masalah utama, menyusn
alternatif yang akan dipilih dan sampai pada pengambilan keputusan yang
terbaik. Secara umum, pengertian pengambilan keputusan telah dikemukakan oleh
banyak ahli, diantaranya adalah :
1. G. R.
Terry : Mengemukakan bahwa pengambilan keputusan adalah sebagai pemilihan
yang didasarkan kriteria tertentu atas dua atau lebih alternatif yang mungkin.
2. Claude
S. Goerge, Jr : Mengatakan proses pengambilan keputusan itu dikerjakan
oleh kebanyakan manajer berupa suatu kesadaran, kegiatan pemikiran yang
termasuk pertimbangan, penilaian dan pemilihan diantara sejumlah alternatif.
3. Horold
dan Cyril O’Donnell : Mereka mengatakan bahwa pengambilan keputusan adalah
pemilihan diantara alternatif mengenai suatu cara bertindak yaitu inti dari
perencanaan, suatu rencana tidak dapat dikatakan tidak ada jika tidak ada
keputusan, suatu sumber yang dapat dipercaya, petunjuk atau reputasi yang telah
dibuat.
4. P.
Siagian : Pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan sistematis terhadap
suatu masalah, pengumpulan fakta dan data, penelitian yang matang atas
alternatif dan tindakan.
D. Fase
Pengambian Keputusan
Pengambilan
keputusan pada intinya adalah proses pemilihan dari berbagai alternatif
tindakan yang mungkin dipilih lewat mekanisme tertentu dengan harapan
menghasilkan keputusan yang terbaik (Suryadi dan Ramadhani, 1998) Pengambilan
keputusan mencakup banyak hal, fase-fase pengambilan keputusan terdiri tiga
fase utama dan satu fase tambahan antara lain :
1. Fase Penelusuran (Intelligence)
Fase
Intelegensi merupakan magaimana kita mempelajari lingkungan atas kondisi yang
memerlukan suatu keputusan. Data Mentah diperoleh, diolah dan diuji untuk menjadikan
arah tindakan yang dapat mengidentifikasi permasalahan.
Intelegasi dalam pengambilan keputusan meliputi pemindaian (sceanning) lingkungan. Intelegensi mencakup berbagai aktivitas yang menekankan identifikasi situasi atau peluang -peluang masalah.
Intelegasi dalam pengambilan keputusan meliputi pemindaian (sceanning) lingkungan. Intelegensi mencakup berbagai aktivitas yang menekankan identifikasi situasi atau peluang -peluang masalah.
Fase
Intelegensi dimulai dengan identifikasi terhadap tujuan dan sasaran
organisasional yang berkaitan dengan isu yang terkait dan menentukan apakah
tujuan tersebut telah terpenuhi. Pada fase ini, seseorang berusaha menentukan
apakah tujuan tersebut telah terpenuhi.
2. Fase Perancangan (Design
Fase ini
meliputi penemuan atau pengembangan dan menganalisis tindakan yang dilakukan.
Pemodelan meliputi konseptualisasi masalah ke dalam bentuk kuantitatif atau
kualitatif.
3. Fase Pemilihan (Chois
Fase
dimana dibuat suatu keputusan yang nyata dan diambil suatu komitmen untuk
mengikutu tindakan tertentu. Fase pilihan meliputi pencarian, evaluasi, dan
rekomendasi terhadap suatu solusi yang tepat untuk model.
4. Fase Pelaksanaan (Implementation)
Fase
dimana memilih suatu solusi, menganalisis, mencari alternatif terbaik dari yang
direkomendasikan dan perancangan-perancangan dari kontrol sistem.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari penjelasan yang telah kami paparkan dalam
makalah ini dapat kami simpulkan bahwa pengambilan keputusan adalah suatu
tindakan yang sengaja, tidak secara kebetulan dan tidak boleh sembarangan dalam
rangka memecahkan masalah yang dihadapi suatu organisasi. Dimana pengambilan
keputusan ini ditanggung dan diputuskan oleh pimpinan organisasi yang
bersangkutan dan untuk menghasilkan keputusan yang baik itu sangat dibutuhkan
informasi yang lengkap mengenai permasalahan, inti masalah, penyelesaian
masalah, dan konsekuensi dari keputusan yang diambil.
Selain
informasi, dalam penyelesaian masalah pun dibutuhkan perumusan masalah dengan
baik. Kemudian dibuatkan alternatif-alternatif keputusan masalah yang disertai
dengan konsekuensi positif dan negatif. Jika semua hal itu dapat dikemukakan
dan dicari secara tepat, masalah tersebut akan lebih mudah untuk diselesaikan.
B. Saran
Gunakanlah
makalah ini dengan sebaik-baiknya dan jadikanlah makalah ini sebagai bahan
referensi untuk makalah yang sejenis.
DAFTAR PUSTAKA
Anneahira.2011.Pengambilan Keputusan. Hhtp://Anneahira.Blogspot.com,diakses 30
April 2011
Kasim,
Azhar. Teori Pembuatan Keputusan. Jakarta : Lembaga Penerbit FE UI.
1995
Mulyono.2011. TeoriPengambilanKeputusan,http:// Mulyono.Blogspot.com,diaksek 30
April 2011.
Roestiyah N.K. Strategi
Belajar Mengajar, bina aksara,
jakarta, cet III, 1991.
Syamsi,
Ibnu. Pengambilan Keputusan (Decision Making). Jakarta : Bina
Aksara. 1989
W. James Popham. Eva L. Bakar, Bagaimana Mengajar Sebagai Sistematis, Yokyakarta, Cet. IV, 1992
Tidak ada komentar:
Posting Komentar