Penyelesaian atau pemecahan
masalah adalah bagian dari
proses berpikir. Sering
dianggap merupakan proses paling kompleks di antara semua fungsi kecerdasan, pemecahan masalah telah didefinisikan sebagai proses kognitif tingkat tinggi
yang memerlukan modulasi dan kontrol lebih dari keterampilan-keterampilan rutin
atau dasar. Proses ini terjadi jika suatuorganisme atau sistem kecerdasan buatan tidak mengetahui bagaimana untuk bergerak dari suatu kondisi
awal menuju kondisi yang dituju.
Istilah pemecahan masalah digunakan dalam
banyak disiplin , kadang-kadang dengan perspektif yang berbeda , dan sering
dengan istilah yang berbeda . Sebagai contoh , itu adalah proses mental dalam
psikologi dan proses komputerisasi dalam ilmu komputer . Masalah juga dapat
diklasifikasikan menjadi dua jenis yang berbeda ( tidak jelas dan terdefinisi
dengan baik ) dari mana solusi yang tepat harus dibuat . Masalah tidak jelas
adalah mereka yang tidak memiliki tujuan yang jelas , jalur solusi , atau
solusi yang diharapkan . Masalah yang terdefinisi dengan baik memiliki tujuan
tertentu , jalur solusi yang jelas , dan solusi yang diharapkan jelas.
Masalah-masalah ini juga memungkinkan untuk perencanaan awal lebih dari masalah
tidak jelas . [ 1 ] Mampu memecahkan masalah kadang-kadang melibatkan berurusan
dengan pragmatik ( logika ) dan semantik ( interpretasi dari masalah ) .
Kemampuan untuk memahami apa tujuan dari masalahnya dan aturan apa yang bisa
diterapkan merupakan kunci untuk memecahkan masalah. Kadang-kadang masalah
memerlukan beberapa pemikiran abstrak dan datang dengan solusi kreatif.
Tahapan penyelesaian masalah[sunting | sunting sumber]
1.
kenali masalah secara
umum/mendefinisikan masalah,
2.
temukan bukti dari
permasalahan,
3.
carilah penyebab munculnya
masalah,
4.
pertimbangkan berbagai
kemungkinan untuk menemukan jalan keluar dari masalah,
5.
pilihlah jalan keluar yang
dengan mudah,
6.
laksanakan penyelasaian,
7.
periksa kembali dengan
penyelesaian yang dilakukan.
Pengambilan
keputusan dapat dianggap
sebagai suatu hasil atau keluaran dari proses mental atau kognitif yang membawa
pada pemilihan suatu jalur tindakan di antara beberapa alternatif yang
tersedia.[1] Setiap proses pengambilan keputusan selalu menghasilkan satu
pilihan final.[1] Keputusan dibuat untuk mencapai tujuan melalui pelaksanaan
atau tindakan.[2]
Setiap organisasi, baik dalam skala besar
maupun kecil, terdapat terjadi perubahan-perubahan kondisi yang dipengaruhi
oleh faktor-faktor lingkungan eksternal dan internal organisasi. Dalam
menghadapi perkembangan dan perubahan yang terjadi maka diperlukan pengambilan
keputusan yang cepat dan tepat. Proses pengambilan keputusan yang cepat dan
tepat dilakukan agar roda organisasi beserta administrasi dapat berjalan terus
dengan lancar
Pengambilan keputusan tersebut dilakukan oleh seorang manajer atau administrator. Kegiatan pembuatan keputusan meliputi pengindentifikasian masalah, pencarian alternatif penyelesaian masalah, evaluasi daripada alternatif-alternatif tersebut, dan pemilihan alternatif keputusan yang terbaik. Kemampuan seorang pimpinan dalam membuat keputusan dapat ditingkatkan apabila ia mengetahui dan menguasai teori dan teknik pembuatan keputusan. Dengan peningkatan kemampuan pimpinan dalam pembuatan keputusan maka diharapkan dapat meningkatkan kualitas keputusan yang dibuatnya, sehingga akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja organisasi.
Pembuatan keputusan diperlukan pada semua
tahap kegiatan organisasi dan manajemen. Misalnya, dalam tahap perencanaan
diperlukan banyak kegiatan pembuatan keputusan sepanjang proses perencanaan
tersebut. Keputusan-keputusan yang dibuat dalam proses perencanaan ditujukan
kepada pemilihan alternative program dan prioritasnya. Dalam pembuatan
keputusan tersebut mencakup kegiatan identifikasi masalah, perumusan masalah,
dan pemilihan alternatif keputusan berdasarkan perhitungan dan berbagai dampak
yang mungkin timbul. Begitu juga dalam tahap implementasi atau operasional
dalam suatu organisasi, para manajer harus membuat banyak keputusan rutin dalam
rangka mengendalikan usaha sesuai dengan rencana dan kondisi yang berlaku.
Sedangkan dalam tahap pengawasan yang mencakup pemantauan, pemeriksaan, dan
penilaian terhadap hasil pelaksanaan dilakukan untuk mengevalusai pelaksanaan
dari pembuatan keputusan yang telah dilakukan.
Hakikatnya kegiatan administrasi dalam suatu
organisasi adalah pembuatan keputusan. Kegiatan yang dilakukan tersebut
mencakup seluruh proses pengambilan keputusan dari mulai identifikasi masalah
sampai dengan evaluasi dari pengambilan keputusan yang melibatkan seluruh
elemen-elemen dalam administrasi sebagai suatu sistem organisasi. Artinya dalam
membuat suatu keputusan untuk memecahkan suatu permasalahan yang ditimbulkan
dari adanya perubahan-perubahan yang terjadi dalam organisasi dibutuhkan
informasi yang cukup baik dari internal maupun eksternal organisasi guna
mengambil keputusan yang tepat dan cepat.
Pada akhirnya, kegiatan pengambilan keputusan
yang cepat dan tepat merupakan bagian dari kegiatan administrasi dimaksudkan
agar permasalahan yang akan menghambat roda organisasi dapat segera terpecahkan
dan terselesaikan sehingga suatu organisasi dapat berjalan secara efisien dan
efektif.
Definisi
Keputusan adalah hasil pemecahan masalah yang
dihadapinya dengan tegas. Hal itu berkaitan dengan jawaban atas
pertanyaan-pertanyaan mengenai ‘apa yang harus dilakukan’ dan seterusnya
mengenai unsur-unsur perencanaan. Dapat juga dikatakan bahwa keputusan itu
sesungguhnya merupakan hasil proses pemikiran yang berupa pemilihan satu
diantara beberapa alternatif yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang
dihadapinya.
Keputusan itu sendiri merupakan unsur kegiatan
yang sangat vital. Jiwa kepemimpinan seseorang itu dapat diketahui dari
kemampuan mengatasi masalah dan mengambil keputusan yang tepat. Keputusan yang
tepat adalah keputusan yang berbobot dan dapat diterima bawahan. Ini biasanya
merupakan keseimbangan antara disiplin yang harus ditegakkan dan sikap
manusiawi terhadap bawahan. Keputusan yang demikian ini juga dinamakan
keputusan yang mendasarkan diri pada human relations.
Setelah pengertian keputusan disampaikan,
kiranya perlu pula diikuti dengan pengertian tentang “pengambilan keputusan”.
Ada beberapa definisi tentang pengambilan keputusan, dalam hal ini arti
pengambilan keputusan sama dengan pembuatan keputusan, misalnya Terry, definisi pengambilan keputusan adalah
pemilihan alternatif perilaku dari dua alternatif atau lebih ( tindakan
pimpinan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam organisasi yang
dipimpinnya dengan melalui pemilihan satu diantara alternatif-alternatif yang
dimungkinkan).
Menurut Siagian pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan
terhadap hakikat suatu masalah, pengumpulan fakta-fakta dan data, penentuan
yang matang dari alternatif yang dihadapi dan pengambilan tindakan yang menurut
perhitungan merupakan tindakan yang paling tepat.
Dari kedua pengertian diatas maka dapat
ditarik kesimpulan bahwa keputusan itu diambil dengan sengaja, tidak secara
kebetulan, dan tidak boleh sembarangan. Masalahnya telebih dahulu harus
diketahui dan dirumuskan dengan jelas, sedangkan pemecahannya harus didasarkan
pemilihan alternatif terbaik dari alternatif yang ada.
Tujuan Pengambilan Keputusan
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam organisasi itu
dimaksudkan untuk mencapai tujuan organisasinya yang dimana diinginkan semua
kegiatan itu dapat berjalan lancer dan tujuan dapat dicapai dengan mudah dan
efisien. Namun, kerap kali terjadi hambatan-hambatan dalam melaksanakan
kegiatan. Ini merupakan masalah yang hatus dipecahkan oleh pimpinan organisasi.
Pengambilan keputusan dimaksudkan untuk memecahkan masalah tersebut.
Dasar Pengambilan Keputusan
1. Pengambilan Keputusan Berdasarkan Intuisi
1. Pengambilan Keputusan Berdasarkan Intuisi
Keputusan yang diambil berdasarkan intuisi
atau perasaan lebih bersifat subjektif yaitu mudah terkena sugesti, pengaruh
luar, dan faktor kejiwaan lain. Sifat subjektif dari keputusuan intuitif ini
terdapat beberapa keuntungan, yaitu :
1. Pengambilan keputusan oleh satu pihak sehingga mudah untuk
memutuskan.
2. Keputusan intuitif lebih tepat untuk masalah-masalah yang
bersifat kemanusiaan.
Pengambilan keputusan yang berdasarkan intuisi
membutuhkan waktu yang singkat Untuk masalah-masalah yang dampaknya terbatas,
pada umumnya pengambilan keputusan yang bersifat intuitif akan memberikan
kepuasan. Akan tetapi, pengambilan keputusan ini sulit diukur kebenarannya
karena kesulitan mencari pembandingnya dengan kata lain hal ini diakibatkan
pengambilan keputusan intuitif hanya diambil oleh satu pihak saja sehingga
hal-hal yang lain sering diabaikan.
2. Pengambilan Keputusan Rasional
Keputusan yang bersifat rasional berkaitan dengan daya guna. Masalah – masalah
yang dihadapi merupakan masalah yang memerlukan pemecahan rasional. Keputusan
yang dibuat berdasarkan pertimbangan rasional lebih bersifat objektif. Dalam
masyarakat, keputusan yang rasional dapat diukur apabila kepuasan optimal
masyarakat dapat terlaksana dalam batas-batas nilai masyarakat yang di akui
saat itu.
3. Pengambilan Keputusan Berdasarkan Fakta
Ada yang berpendapat bahwa sebaiknya
pengambilan keputusan didukung oleh sejumlah fakta yang memadai. Sebenarnya
istilah fakta perlu dikaitkan dengan istilah data dan informasi. Kumpulan fakta
yang telah dikelompokkan secara sistematis dinamakan data. Sedangkan informasi
adalah hasil pengolahan dari data. Dengan demikinan, data harus diolah lebih
dulu menjadi informasi yang kemudian dijadikan dasar pengambilan
keputusan.Keputusan yang berdasarkan sejumlah fakta, data atau informasi yang
cukup itu memang merupakan keputusan yang baik dan solid, namun untuk
mendapatkan informasi yang cukup itu sangat sulit.
4. Pengambilan Keputusan Berdasarkan Pengalaman
Sering kali terjadi bahwa sebelum mengambil
keputusan, pimpinan mengingat-ingat apakah kasus seperti ini sebelumnya pernah
terjadi. Pengingatan semacam itu biasanya ditelusuri melalui arsip-arsip
penhambilan keputusan yang berupa dokumentasi pengalaman-pengalaman masa
lampau. Jika ternyata permasalahan tersebut pernah terjadi sebelumnya, maka
pimpinan tinggal melihat apakah permasalahan tersebut sama atau tidak dengan
situasi dan kondisi saat ini. Jika masih sama kemudian dapat menerapkan cara
yang sebelumnya itu untuk mengatasi masalah yang timbul.
Dalam hal tersebut, pengalaman memang dapat
dijadikan pedoman dalam menyelesaikan masalah. Keputusan yang berdasarkan
pengalaman sangat bermanfaat bagi pengetahuan praktis. Pengalaman dan kemampuan
untuk memperkirakan apa yang menjadi latar belakang masalah dan bagaimana arah
penyelesaiannya sangat membantu dalam memudahkan pemecaha masalah.
5. Pengambilan Keputusan Berdasarkan Wewenang
Banyak sekali keputusan yang diambil karena
wewenang(authority) yang dimiliki. Setiap orang yang menjadi
pimpinan organisasi mempunyai tugas dan wewenang untuk mengambil keputusan
dalam rangka menjalankan kegiatan demi tercapainya tujuan organisasi yang
efektif dan efisien.
Keputusan yang berdasarkan wewenang memiliki
beberapa keuntungan. Keuntungan-keuntungan tersebut antara lain : banyak
diterimanya oleh bawahan, memiliki otentisitas (otentik), dan juga karena
didasari wewenang yang resmi maka akan lebih permanent sifatnya.
Keputusan yang berdasarkan pada wewenang semata maka akan
menimbulkan sifat rutin dan mengasosiasikan dengan praktik dictatorial.
Keputusan berdasarkan wewenang kadangkala oleh pembuat keputusan sering melewati
permasahan yang seharusnya dipecahkan justru menjadi kabur atau kurang jelas.
Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam Pengambilan Keputusan
Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam pengambilan
keputusan menurut Terry, yaitu :
a) Hal-hal yang berwujud maupun yang tidak
berwujud, yang emosional maupun yang rasional perlu diperhitungkan dalam
pengambilan keputusan.
b) Setiap keputusan harus dapat dijadikan bahan
untuk mencapai tujuan organisasi.
c) Setiap keputusan jangan berorientasi pada
kepentingan pribadi, tetapi harus lebih mementingkan kepentingan organisasi.
d) Jarang sekali pilihan yang memuaskan, oleh
karena itu buatlah altenatif-alternatif tandingan.
e) Pengambilan keputusan merupakan tindakan
mental dari tindakan ini harus diubah menjadi tindakan fisik.
f) Pengambilan keputusan yang efektif membutuhkan
waktu yang cukup lama.
g) Diperlukan pengambilan keputusan yang praktis
untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.
h) Setiap keputusan hendaknya dilembagakan agar
diketahui keputusan itu benar.
i) Setiap keputusan merupakan tindakan permulaan
dari serangkaian kegiatan mata rantai berikutnya.
Keputusan Individual dan Kelompok
Pengambilan keputusan dapat dilakukan secara individual atau
kelompok, tergantung bagaimana sifat dan corak permasalahannya. Keputusan
individual dibuat oleh seorang pemimpin sendirian, sedangkan keputusan kelompok
dibuat sekelompok orang. Keputusan kelompok dibedakan dalam :
a) Sekelompok pimpinan
b) Sekelompok orang-orang bersama pimpinannya.
c) Sekelompok orang yang mempunyai kedudukan sama
dan keputusan kelompok
A.
Keputusan yang dibuat oleh seseorang
Kebaikannya antara lain :
1. Keputusannya cepat ditentukan atau diambil,
karena tidak usah menunggu persetujuan dari rekan lainnya.
2. Tidak akan terjadi pertentangan pendapat
3. Kalau pimpinan ya ng mengambil keputusan
itu mempunyai
kemampuan yang tinggi dan berpengalaman yang luas dalam bidang yang akan
diputuskan, keputusannya besar kemungkinan tepat.
Kelemahannya antara lain :
1. Bagaimana kepandaian dan kemampuan pimpinan
tetapi pasti memiliki keterbatasan.
2. Keputusan yang terlalu cepat diambil dan tidak
meminta pendapat orang lain seringkali kurang tepat.
3. Jika terjadi kesalahan pengambilan keputusan
merupakan beban berat bagi pimpinan seorang diri.
B.
Keputusan yang dibuat oleh Sekelompok Orang
Kelebihannya antara lain :
1. Hasil pemikiran beberapa orang akan saling
melengkapi
2. Pertimbangannya akan lebih matang
3. Jika ada kesalahan pada pengambilan keputusan
tersebut, beban ditanggung secara bersama.
Kelemahannya antara lain :
1. Ada kemingkinan terjadi perbedaan pendapat
2. Biasanya memakan waktu lama dan berlarut-larut
karena terjadi perdebatan-perdebatan
3. Rasa tanggung jawab masing-masing berkurang,
dan ada kemungkinan saling melemparkan tanggung jawab jika terjadi kesalahan.
Mengenai pembuatan keputusan individual dan kelompok Siagianmenyatakan bahwa ada tiga kekuatan yang selalu
mempengaruhui suatu keputusan yang dibuat. Tiga kekuatan itu :
1. Dinamika individu di dalam organisasi
Pengaruh individu dalam organisasi sangat terasa terutama dalam
hal ini adalah
pemimpinnya. Seorang pemimpin yang mempunyai kepribadian yang
kuat, pendidikan yang tinggi, pengalaman ynag banyak akan memberi kesan dan
pengaruh yang besar terhadap bawahannya
2. Dinamika kelompok orang-orang di dalam
organisasi
Dinamika kelompok mempunyai pengaruh besar, oleh karena itu
pemimpin hendaknya mengusahakan agar kelompok lebih cepat menjadi dewasa.
3. Dinamika lingkungan organisasi
Pengaruh lingkungan juga memegang peranan yang cukup penting
untuk diperhatikan. Antara organisasi dan lingkungan itu saling mempemgaruhi.
Proses Pengambilan Keputusan
Setiap keputusan yang diambil itu merupakan perwujudan kebijakan
yang telah digariskan. Oleh karena itu, analisis proses pengambilan keputusan
pada hakikatnya sama saja dengan analisis proses kebijakan. Proses pengambilan
keputusan meliputi :
1.
Identifikasi masalah
Dalam hal ini pemimpin diharapkan mampu mengindentifikasikan
masalah yang ada di dalam suatu organisasi.
2.
Pengumpulan dan penganalisis data
Pemimpin diharapkan dapat mengumpulkan dan menganalisis data
yang dapat membantu memecahkan masalah yang ada.
3.
Pembuatan alternatif-alternatif kebijakan
Setelah masalah dirinci dengan tepat dan tersusun baik, maka
perlu dipikirkan cara-cara pemecahannya. Cara pemecahan ini hendaknya selalu
diusahakan adanya alternatif-alternatif beserta konsekuensinya, baik positif
maupun negatif. Oleh sebab itu, seorang pimpinan harus dapat mengadakan
perkiraan sebaik-baiknya. Untuk mengadakan perkiraan dibutuhkan adanya
informasi yang secukupnya dan metode perkiraan yang baik. Perkiraan itu terdiri
dari berbagai macam pengertian:
·
Perkiraan dalam arti Proyeksi
Perkiraan yang mengarah pada kecenderungan dari data yang telah
terkumpul dan tersusun secara kronologis.
·
Perkiraan dalam arti prediksi
Perkiraan yang dilakukan dengan menggunakan analisis sebab
akibat.
·
Perkiraan dalam arti konjeksi
Perkiraan yang didasarkan pada kekuatan intuisi (perasaan).
Intuisi disini sifatnya subjektif, artinya tergantung dari kemampuan seseorang
untuk mengolah perasaan.
4.
Pemilihan salah satu alternatif terbaik
Pemilihan satu alternatif yang dianggap paling tepat untuk
memecahkan masalah tertentu dilakukan atas dasar pertimbangan yang matang atau
rekomendasi. Dalam pemilihan satu alternatif dibutuhkan waktu yang lama karena
hal ini menentukan alternative yang dipakai akan berhasil atau sebaliknya.
5.
Pelaksanaan keputusan
Dalam pelaksanaan keputusan berarti seorang pemimpin harus mampu
menerima dampak yang positif atau negatif. Ketika menerima dampak yang negatif,
pemimpin harus juga mempunyai alternatif yang lain.
6.
Pemantauan dan pengevaluasian hasil pelaksanaan
Setelah keputusan dijalankan seharusnya pimpinan dapat mengukur
dampak dari keputusan yang telah dibuat.
Kesimpulan
Kesimpulan
Dari penjelasan yang telah kami paparkan dalam makalah ini dapat
kami simpulkan bahwa pengambilan keputusan adalah suatu tindakan yang sengaja,
tidak secara kebetulan dan tidak boleh sembarangan dalam rangka memecahkan
masalah yang dihadapi suatu organisasi. Dimana pengambilan keputusan ini
ditanggung dan diputuskan oleh pimpinan organisasi yang bersangkutan dan untuk
menghasilkan keputusan yang baik itu sangat dibutuhkan informasi yang lengkap
mengenai permasalahan, inti masalah, penyelesaian masalah, dan konsekuensi dari
keputusan yang diambil.
Selain informasi, dalam penyelesaian masalah
pun dibutuhkan perumusan masalah dengan baik. Kemudian dibuatkan
alternatif-alternatif keputusan masalah yang disertai dengan konsekuensi
positif dan negatif. Jika semua hal itu dapat dikemukakan dan dicari secara
tepat, masalah tersebut akan lebih mudah untuk diselesaikan.
Dalam makalah ini kami mengambil contoh
kasus yang
menimpa Bibit-Chandra, yang pada intinya Presiden Republik Indonesia mengambil
keputusan untuk membentuk Tim Pencari Fakta (TPF). Pengambilan keputusan yang
dilakukan oleh Presiden berdasarkan pada wewenang yang dimiliki, rasional , dan
fakta yang terjadi. Hal tersebut sesuai dengan dasar teori pengambilan
keputusan.
DAFTAR PUSTAKA
Kasim, Azhar. Teori Pembuatan Keputusan. Jakarta : Lembaga Penerbit FE UI. 1995
www.antaranews.com
diakses Senin, 16 November 2009
mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm
Pemecahan Masalah dan Pengambilan Keputusan
Hasil dari aktivitas pemecahan masalah
adalah solusi. Memikirkan masalah sebagai sesuatu hal yang selalu buruk adalah
suatu hal yang mudah untuk dilakukan, karena kita jarang mengartikan frase
mengambil keuntungan dari sebuah situasi sama halnya dengan kita mengartikan
frase memperbaiki sebuah situasi yang buruk. Kita
akan memperhitungkan peraihan kesempatan ke dalam pemecahan masalah dengan
mendefinisikan masalah (problem) sebagai suatu kondisi atau peristiwa yang
merugikan atau memiliki potensi untuk merugikan bagi sebuah perusahaan atau
yang menguntungkan atau memiliki potensi untuk menghasilkan keuntungan. Selama
proses pemecahan masalah, manajer akan terlibat dalam pengambilan keputusan,
yaitu tindakan memilih berbagai alternatif tindakan. Keputusan adalah tindakan
tertentu yang dipilih. Biasanya, pemecahan satu masalah akan membutuhkan
beberapa keputusan.
4.1 Tahapan-tahapan Pemecahan
Masalah
1. Menurut Herbert
A. Simon, pemecah masalah akan terlibat dalam empat hal:
a. Aktivitas
Intelijen. Mencari kondisi-kondisi yang membutuhkan solusi di
dalam lingkungan.
b. Aktivitas
perancangan. Menemukan, mengembangkan, dan menganalisis kemungkinan-kemungkinan
tindakan.
c. Aktivitas
pemilihan. Memilih satu tindakan tertentu dari berbagai tindakan yang tersedia.
d. Akitivitas
peninjauan. Menilai pilihan-pilihan masa lalu.
4.2 Pengambilan Keputusan
4.2.1 Pengertian Pengambilan
Keputusan
Pengambilan keputusan (desicion making) adalah
melakukan penilaian dan menjatuhkan pilihan. Keputusan ini diambil setelah
melalui beberapa perhitungan dan pertimbangan alternatif. Sebelum pilihan
dijatuhkan, ada beberapa tahap yang mungkin akan dilalui oleh pembuat
keputusan. Tahapan tersebut bisa saja meliputi identifikasi masalah utama,
menyusn alternatif yang akan dipilih dan sampai pada pengambilan keputusan yang
terbaik.
Secara umum, pengertian pengambilan keputusan telah
dikemukakan oleh banyak ahli, diantaranya adalah :
1. G. R.
Terry : Mengemukakan bahwa pengambilan keputusan adalah
sebagai pemilihan yang didasarkan kriteria tertentu atas dua atau lebih
alternatif yang mungkin.
2. Claude S.
Goerge, Jr : Mengatakan proses pengambilan keputusan itu
dikerjakan oleh kebanyakan manajer berupa suatu kesadaran, kegiatan pemikiran
yang termasuk pertimbangan, penilaian dan pemilihan diantara sejumlah
alternatif.
3. Horold
dan Cyril O’Donnell : Mereka mengatakan bahwa pengambilan
keputusan adalah pemilihan diantara alternatif mengenai suatu cara bertindak
yaitu inti dari perencanaan, suatu rencana tidak dapat dikatakan tidak ada jika
tidak ada keputusan, suatu sumber yang dapat dipercaya, petunjuk atau reputasi
yang telah dibuat.
4. P.
Siagian : Pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan
sistematis terhadap suatu masalah, pengumpulan fakta dan data, penelitian yang
matang atas alternatif dan tindakan.
4.2.2 Fase Pengambilan
Keputusan
1. Aktivitas
intelegensia ; Proses kreatif untuk menemukan kondisi yang mengharuskan
keputusan dipilih atau tidak.
2. Aktifitas desain
; Kegiatan yang mengemukakan konsep berdasar aktifitas intelegensia untuk
mencapai tujuan. Aktifitas desain meliputi :
· menemukan
cara-cara/metode
· mengembangkan
metode
· menganalisa
tindakan yang dilakukan
3. Aktifitas
pemilihan ; Memilih satu dari sekian banyak alternatif dalam pengambilan
keputusan yang ada. Pemilihan ini berdasar atas kriteria yang telah ditetapkan.
Dari tiga aktivitas tersebut diatas, dapat disimpulkan
tahap pengambilan keputusan adalah :
a. Mengidentifikasi
masalah utama
b. Menyusun
alternatif
c. Menganalisis
alternatif
d. Mengambil
keputusan yang terbaik
4.3. Teknik Pengambilan
Keputusan
1. Operational
Research/Riset Operasi ; Penggunaan metode saintifik dalam analisa dan
pemecahan persoalan.
2. Linier
Programming ; Riset dengan rumus matematis.
3. Gaming War Game
; Teori penentuan strategi.
4. Probability ;
Teori kemungkinan yang diterapkan pada kalkulasi rasional atas hal-hal tidak
normal.
4.4 Tahap – tahap
Pengambilan Keputusan
Menurut G. R. Terry :
1. Merumuskan
problem yang dihadapi
2. Menganalisa
problem tersebut
3. Menetapkan
sejumlah alternatif
4. Mengevaluasi
alternatif
5. Memilih
alternatif keputusan yang akan dilaksanakan
Menurut Peter Drucer :
1. Menetapkan
masalah
2. Manganalisa
masalah
3. Mengembangkan
alternatif
4. Mengambil
keputusan yang tepat
5. Mengambil
keputusan menjadi tindakan efektif
4.5. Bentuk-bentuk / Tipe-tipe
pengembilan keputusan (decision making)
Pengambilan keputusan merupakan bagian
terpenting dari manajer , yang dihubungkan dengan pelaksanaan
perencanaan, dalam hal memutuskan tujuan yang akan dicapai, sumber daya yang
akan dipakai, siapa yang melaksanakan, siapa yang bertanggung jawab dalam
pekerjaan yang diserahkannya dll,
Bentuk keputusan ini bisa berupa keputusan yang di
program atau tidak, bisa juga di bedakan antara keputusan yang dibuat antara
kondisi kepastian , resiko dan ketidak pastian.
Keputusan terprogram yaitu keputusan yang dibuat menurut kebiasaan,
aturan atau prosedur yang terjadi secara rutin dan berulang-ulang. contoh:
penetapan gaji pegawai, prosedur penerimaan pegawai baru, prosedur kenaikan
jenjang kepegawaian dan sebagainya.
Keputusan tidak terprogram yaitu keputusan yang dibuat karena terjadinya
masalah masalah khusus atau tidak biasanya.contoh: pengalokasian sumber daya –
sumber daya organisasi,penjualan yang merosot tajam, pemakaian teknologi yang
termodern,dan lain sebagainya.
Herbert A. Simon mengemukakan teknik-teknik
tradisional dan modern dalam pembuatan keputusan yang terprogram dan tidak
terprogram.
Teknik pembuatan keputusan tradisional dan modern
|
Tipe-tipe
keputusan
|
Teknik-teknik
pembuatan keputusan
|
|
|
Tradisional
|
Modern
|
|
|
Diprogram:
Keputusan-keputusan
rutin dan berulang-ulang.organisasi mengembangkan proses-prose khusus bagi
penangannya.
|
1. Kebiasaan
2. Kegiatan
rutin:prosedur-prosedur pengoperasian standar
3. Struktur
organisasi pengharapan umum system tujuan saluran-saluran informasi yang
disusun dengan baik
|
Diprogram:
Keputusan-keputusan
rutin dan berulang-ulang.organisasi mengembangkan proses-prose khusus bagi
penangannya.
|
|
Tidak diprogram:
Keputusan-keputusan
sekali pakai,kebijaksanaaan disusun tidak sehat.ditangani dengan proses
pemecahan masalah umum
|
1. kebijaksanaan
instuisi dan kreatifitas
2. coba-coba
3. seleksi
dan latihan para pelaksana
|
Tidak diprogram:
Keputusan-keputusan
sekali pakai,kebijaksanaaan disusun tidak sehat.ditangani dengan proses
pemecahan masalah umum
|
4.6. Kebaikan dan Kelemahan Pembuatan
Keputusan Kelompok
|
Kebaikan
|
kelemahan
|
|
1. Dalam
pengembangan tujuan, kelompok memberikan jumlah pengetahuan yang lebih besar.
2. Dalam
pengembangan alternatif usaha-usaha individual para angota kelompok dapat
memungkinkan pencarian lebih luas dalam berbagai bidang fungsional
organisasi.
3. Dalam
penilayan alternatife, kelompok mempunyai kerangka pandangan yang lebih
besar.
4. Dalam
pemilihan alternatif, kelompok lebih dapat menerima resiko dibanding
pembuatan keputusan individual.
5. Karena
berpartisipasi dalam proses pembuatan keputusan, para anggota kelompok secara
individual lebih termotivasi untuk melaksanakan keputusan.
6. Kreatifitas
yang lebih besar dihasilkan dari interaksi antar individu dengan berbagai pandangan
yang berbeda-beda.
|
1. Inplementasi
suatu keputusan, apakah dibuat kelompok atuau tidak, harus diselesaikan oleh
para manajer secara individual. Karena kelompok tidak diberi tanggung jawab
keputasan-keputasan kelompok dapat menghasilkan situasi dimana tidak
seorangpun merasa bertanggung jawab dan saling melempar tanggung jawab.
2. Berdasarkan
pertimbangan nilai dari waktu sebagai dari salah satu sumber daya organisasi,
keputusan kelompok sangat memakan biaya.
3. Pembuatan
keputusan kelompok adalah tidak efisien bila keputusan harus dibuat secara
cepat.
4. Keputusan
kelompok dari berbagai kasus dapat merupakan hasil kompromi atau bukan
sepenuhnya keputusan kelompok.
5. Bila
atasan terlibat atau jika salah satu anggota mempunyai kepribadian dominan,
keputusan yang dibuat kelompok dalam kenyataanya bukan keputusan kelompok.
|
Source:
mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm
Model Proses Pengambilan Keputusan, Tipe-tipe Proses Pengambilan Keputusan dan Faktor-faktor yang mempengaruhi Pemecahan Masalah
wahyudieko92
1.
PROSES
PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Pengambilan keputusan secara universal didefinisikan
sebagai pemilihan diantara berbagai alternative. Pengertian ini mencakup baik
pembuatan pilihan maupun pemecahan masalah.
Langkah-langkah dalam proses pengambilan keputusan:
Menurut Herbert A.
Simon, Proses pengambilan keputusan pada hakekatnya terdiri
atas tiga langkah utama, yaitu:
·
Kegiatan
Intelijen
Menyangkut pencarian berbagai kondisi lingkungan yang
diperlukan bagi keputusan.
·
Kegiatan
Desain
Tahap ini menyangkut pembuatan pengembangan dan
penganalisaan berbagai rangkaian kegiatan yang mungkin dilakukan.
·
Kegiatan
Pemilihan
Pemilihan serangkaian kegiatan tertentu dari alternative
yang tersedia.
Sedangkan menurut Scott dan
Mitchell, Proses pengambilan keputusan meliputi:
1.
Proses
pencarian/penemuan tujuan
2.
Formulasi
tujuan
3.
Pemilihan
Alternatif
4.
Mengevaluasi
hasil-hasil
Pendekatan konperhensif lainnya adalah dengan menggunakan
analisis system, Menurut ELBING ada lima langkah dalam proses
pengambilan keputusan:
1.
Identifikasi
dan Diagnosa masalah
2.
Pengumpulan
dan Analisis data yang relevan
3.
Pengembangan
dan Evaluasi alternative alternative
4.
Pemilihan
Alternatif terbaik
5.
Implementasi
keputusan dan Evaluasi terhadap hasil-hasil
2. Model-model Pengambilan keputusan:
1.
Model
Perilaku Pengambilan keputusan
1.
Model
Ekonomi, yang dikemukakan
oleh ahli ekonomi klasik dimana keputusan orang itu rasional, yaitu berusaha
mendapatkan keuntungan marginal sama dengan biaya marginal atau untuk
memperoleh keuntungan maksimum
2.
Model
Manusia Administrasi,
Dikemukan oleh Herbert A. Simon dimana lebih berprinsip orang tidak
menginginkan maksimalisasi tetapi cukup keuntungan yang memuaskan
3.
Model
Manusia Mobicentrik,
Dikemukakan oleh Jennings, dimana perubahan merupakan nilai utama sehingga
orang harus selalu bergerak bebas mengambil keputusan
4.
Model
Manusia Organisasi,
Dikemukakan oleh W.F. Whyte, model ini lebih mengedepankan sifat setia dan
penuh kerjasama dalam pengambilan keputusan
5.
Model
Pengusaha Baru,
Dikemukakan oleh Wright Mills menekankan pada sifat kompetitif
6.
Model
Sosial, Dikemukakan
oleh Freud Veblen dimana menurutnya orang seringb tidak rasional dalam
mengambil keputusan diliputi perasaan emosi dan situsai dibawah sadar.
2. Model Preskriptif dan Deskriptif
Fisher mengemukakan
bahwa pada hakekatnya ada 2 model pengambilan keputusan, yaitu:
1.
Model
Preskriptif
Pemberian resep perbaikan, model ini menerangkan
bagaimana kelompok seharusnya mengambil keputusan
1.
Model
Deskriptif
Model ini menerangkan bagaimana kelompok mengambil
keputusan tertentu
Model preskriptif berdasarkan pada proses yang ideal
sedangkan model deskriptif berdasarkan pada realitas observasi
Disamping model-model diatas (model linier)
terdapat pula model Spiral dimana satu anggota mengemukakan
konsep dan anggota lain mengadakan reaksi setuju tidak setuju kemudian
dikembangkan lebih lanjut atau dilakukan “revisi” dan seterusnya.
1.
Teknik-teknik
Pengambilan Keputusan:
2.
Teknik
Kreatif
3.
Brainstorming
Berusaha untuk menggali dan mendapatkan kreatifitas
maksimum dari kelompok dengan memberikan kesempatan para anggota untuk
melontarkan ide-idenya.
1. Synectics
Didasarkan pada asumsi bahwa proses kreatif dapat
dijabarkan dan diajarkan, dimaksudkan untuk meningktakan keluaran (output)
kreatif individual dan kelompok
2. Teknik Partisipatif
Individu individu atau kelompok dilibatkan dalam proses
pengambilan keputusan.
3. Teknik Modern
1.
Teknik
Delphi
2.
Teknik
Kelompok Nominal
3. Tipe-tipe proses pengambilan keputusan
Tipe Pengambilan keputusan ( Decision making) : adalah
tindakan manajemen dalam pemilihan alternative untuk mencapai sasaran.
Keputusan dibagi dalam 3 tipe :
1.
Keputusan
terprogram/keputusan terstruktur : keputusan yg berulang2 dan rutin, sehingga
dapt diprogram. Keputusan terstruktur terjadi dan dilakukan terutama pd
manjemen tkt bawah. Co:/ keputusan pemesanan barang, keputusan penagihan
piutang,dll.
2.
Keputusan
setengah terprogram / setengah terstruktur : keputusan yg sebagian dpt
diprogram, sebagian berulang-ulang dan rutin dan sebagian tdk terstruktur.
Keputusan ini seringnya bersifat rumit dan membutuhkan perhitungan2 serta
analisis yg terperinci. Co:/ Keputusan membeli sistem komputer yg lebih
canggih, keputusan alokasi dana promosi.
3.
Keputusan
tidak terprogram/ tidak terstruktur : keputusan yg tidak terjadi berulang-ulang
dan tidak selalu terjadi. Keputusan ini terjadi di manajemen tingkat atas.
Informasi untuk pengambilan keputusan tdk terstruktur tdk mudah untuk
didapatkan dan tdk mudah tersedia dan biasanya berasal dari lingkungan luar.
4. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemecahan masalah
antara lain :
1.
1.
Trial
& error : Coba dan salah. Cara ini merupakan metode yang paling rendah
tingkatannya, dilakukan oleh orang yang belum pernah mengalami/ mengenal dan
belum tahu sama sekali. Dalam keperawatan ini sangat berbahaya dan tidak boleh
dilakukan. Contohnya : ada klien panas, dicoba diurut, dicoba diberi makan,
dicoba ditiup, tdk berhasil dicoba diberi minum, dibuka baju, diberi kompres
sampai berhasil panasnya turun, dll.
2.
Intuisi
: penyelesaian masalah dengan intuisi atau naluri/ bisikan hati. Penyelesaian
dengan cara ini kurang dianjurkan dalam metode ilmiah, karena tidak mempunyai
dasar ilmiah. Kadang-kadang metode ini juga dapat memberikan jalan
keluar bila intuisi ini berdasarkan analisis atau pengalaman, dan pengetahuan
yang dimiliki.
3.
Nursing
process : Proses keperawatan merupakan suatu langkah penyelesaian masalah yang
sistematis dan didukung oleh rasionalisasi secara ilmiah meliputi : pengkajian,
perencanaan, implementasi dan evaluasi yang merupakan suatu siklus untuk
mengatasi masalah yang terjadi pada klien.
4.
Scientifik
methode/Research Process : Proses riset/ penelitian merupakan suatu
penyelesaian masalah berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan logika,
dengan pendekatan yang sistematis
http://sugenk.staff.gunadarma.ac.id
http://dedenur.wordpress.com
mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm
Definisi
sebuah masalah dapat diartikan berbagai makna diantaranya masalah dapat
diartikan sebagai perbedaan antara keadaan sekarang (dasain) dan keadaan yang
diharapkan / diinginkan (desolen), atau masalah merupakan penyimpangan (bias)
dari yang seharusnya dilakukan ataupun juga masalah adalah sesuatu pekerjaan
yang dilakukan namun tidak sesuai dengan ukuran (standar) yang ditetapkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar